177 ton beras oplosan yang disita Mabes Polri (toga)
INDOPOST, JAKARTA – Meski Bareskrim Mabes Polri menemukan
lebih dari seratus ton beras Bulog yang akan dioplos di Pasar Induk
Beras Cipinang, Jakarta Timur, PT Food Station mengaku pihaknya tak
terlibat. Mereka malah menuduh adanya oknum Bulog yang ikut bermain
dalam kasus tersebut.
Presiden Direktur food stasion, Arief Prasetyo Adi membantah apabila pihaknya terlibat dalam kasus pengoplosan beras. Menurutnya, ia tidak tahu menahu ada kegiatan pengoplosan beras yang terjadi disalah satu gudang milik food stasiun. “Kami tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Karena gudang tersebut baru beroperasi satu bulan,” ujarnya, Jumat (7/10).
Baca: Mabes Polri Menggerebek Gudang Beras Oplosan di Pasar Induk Cipinang
Arief juga berkilah kalau pihaknya baru mengetahui adanya pengoplosan beras ratusan kilogram setelah Bareskrim Mabes Polri mengungkapnya. Karena menurutnya, keberadaan beras impor Bulog di pergudangan, menurut aturan harus ada perintah bulog kepada rekanan. “Dari temuan itu, kami menduga ada permainan antara pedagang dengan bulog,” ungkapnya.
Seperti diketahui wilayah pergudangan Pasar Induk Cipinang berada di bawah pengawasan PT Food Stasion, badan usaha milik daerah. PT Food Stasion bertugas untuk mengawasi keluar masuknya barang pangan yang masuk ke wilayah DKI Jakarta.
(ifand/indo)
Presiden Direktur food stasion, Arief Prasetyo Adi membantah apabila pihaknya terlibat dalam kasus pengoplosan beras. Menurutnya, ia tidak tahu menahu ada kegiatan pengoplosan beras yang terjadi disalah satu gudang milik food stasiun. “Kami tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Karena gudang tersebut baru beroperasi satu bulan,” ujarnya, Jumat (7/10).
Baca: Mabes Polri Menggerebek Gudang Beras Oplosan di Pasar Induk Cipinang
Arief juga berkilah kalau pihaknya baru mengetahui adanya pengoplosan beras ratusan kilogram setelah Bareskrim Mabes Polri mengungkapnya. Karena menurutnya, keberadaan beras impor Bulog di pergudangan, menurut aturan harus ada perintah bulog kepada rekanan. “Dari temuan itu, kami menduga ada permainan antara pedagang dengan bulog,” ungkapnya.
Seperti diketahui wilayah pergudangan Pasar Induk Cipinang berada di bawah pengawasan PT Food Stasion, badan usaha milik daerah. PT Food Stasion bertugas untuk mengawasi keluar masuknya barang pangan yang masuk ke wilayah DKI Jakarta.
(ifand/indo)
