Gudang tempat beras oplosan yang digerebek polisi (toga)
INDOPOST, JAKARTA – Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, menggerebek gudang beras oplosan di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (6/10) kemarin.
Ratusan ton beras berasal dari Bulog dicampur lalu dijual lagi dengan harga tinggi.
Pengungkapan itu sendiri berdasarkan kecurigaan pihaknya mengenai data Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, yang menyatakan ada pengiriman 400 ton beras dari Bulog ke PT DSU. Padahal perusahaan itu bukan distributor yang ditunjuk untuk menerima beras impor tersebut.
Kabareskrim, Ari Dono Sukmanto mengatakan, terbongkarnya bisnis ilegal itu setelah pihaknya mendapat laporan adanya tempat pengoplosan beras. Tim yang mengintai menemukan modus yang dilakukan dengan mencampur 15 persen beras Bulog. “Karena sudah cukup bukti, Kamis (6/10) kemarin kami lakukan penggerebekan,” katanya, Jumat (7/10).
Saat penggerebekan, petugas menemukan 177 ton beras impor asal Thailand yang seharusnya diperuntukkan sebagai cadangan negara. Beras itu diketahui akan digunakan untuk operasi pasar ketika harga beras melonjak. “Gudang itu pun berada Blok T2 Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur,” ujar Irjen Ari.
Dikatakan Kabareskrim, modus kedua pelaku TI dan As, rencananya akan mencampur 177 ton beras impor dengan beras lokal asal Demak merek Palem Mas. Adapun harga beras impor itu sendiri seharga Rp7500 perkilo dan harga beras Palem Mas sebesar Rp11.000 perkilo. “Dengan mengoplos dua jenis beras itu, pelaku bisa untung Rp4000 per kilo,” ungkapnya.
Aksi yang dilakukan pelaku, untuk mencari keuntungan keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun, mereka mengambil hak-hak masyarakat dengan memanfaatkan beras murah. “Aksi yang dilakukan para pelaku ini mengerikan. Ini jelas-jelas kejahatan besar yang akhirnya bisa kami bongkar,” ungkap Ari Dono.
Selain menggerebek gudang beras di Blok T2 Pergudangan Beras Induk, Cipinang, kata Kabareskrim, pihaknya juga menggerebek sebuah gudang nomor 35 Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Di tempat itu, kami juga menemukan beras Bulog sebanyak 800 ton,” ungkapnya.
(ifan/indo)
