Bikin Semrawut, 13 Becak di Penjaringan Ini Diangkut Petugas Satpol PP
INDOPOST, JAKARTA – Belasan becak yang terus berkeliaran di
wilayah di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
diangkut petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Becak tersebut
selanjutnya dikirim ke gudang Satpol PP di Cakung, Jakarta Timur.
Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Rony Jarpiko menuturkan, razia dilakukan karena selain bikin semrawut wilayah keberadaannya juga banyak dikeluhkan warga. “Sebanyak 13 becak tersebut di dapat pada empat titik, yaitu Jalan Mazda, Jalan Boncel, Jalan Kampung Gusti dan Jalan Teluk Gong. Jalan-jalan tersebut merupakan lalulintasnya sangat padat sehingga sering menimbulkan kemacetan lalulintas,” ujar Rony Jarpiko, Jumat (07/10).
Diakui Kasat Pol PP selama ini pihaknya sering menertibkan becak pada empat titik jalan tersebut. Namun, masih banyak becak nekat beroperasi sehingga selain membuat jalan rawan macet juga jadi semrawut.
Idris,45 mengaku kesal becaknya ditertibkan. Menurutnya, selama ini becak tersebut digunakan untuk mencari nafkah, tapi dengan ditertibkannya ini dirinya bingung.
“Kami berharap pemerintah mencarikan solusi agar bisa mencari rejeki. Sebab selama ini kami tidak punya keterampilan lain kecuali tukang becak,” terang Idris.
(Wandi/indo)
Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Rony Jarpiko menuturkan, razia dilakukan karena selain bikin semrawut wilayah keberadaannya juga banyak dikeluhkan warga. “Sebanyak 13 becak tersebut di dapat pada empat titik, yaitu Jalan Mazda, Jalan Boncel, Jalan Kampung Gusti dan Jalan Teluk Gong. Jalan-jalan tersebut merupakan lalulintasnya sangat padat sehingga sering menimbulkan kemacetan lalulintas,” ujar Rony Jarpiko, Jumat (07/10).
Diakui Kasat Pol PP selama ini pihaknya sering menertibkan becak pada empat titik jalan tersebut. Namun, masih banyak becak nekat beroperasi sehingga selain membuat jalan rawan macet juga jadi semrawut.
Idris,45 mengaku kesal becaknya ditertibkan. Menurutnya, selama ini becak tersebut digunakan untuk mencari nafkah, tapi dengan ditertibkannya ini dirinya bingung.
“Kami berharap pemerintah mencarikan solusi agar bisa mencari rejeki. Sebab selama ini kami tidak punya keterampilan lain kecuali tukang becak,” terang Idris.
(Wandi/indo)
