“Kalau informasinya final sebagai sikap
politik Richard memilih figur Wakil Walikota Syarief Hadler dari PPP,
maka PDIP akan kembali pada historis dan ideologi partai. Bila tidak
PDIP bisa hilang jalan,” tegas Poipessy.
INDOPOST, AMBON - Richard
Louhenapessy akhirnya memastikan pilihan pendamping Wakil Walikota
untuk maju di Pilkada Kota Ambon, Februari 2017, mendatang. Dua nama
diajukan PDIP tidak dipakai. PDIP hilang jalan?
Adalah Syarief Hadler “SH” Ketua DPW PPP
Maluku dipastikan berpasangan dengan Richard
Louhenapessy menyusul Rekomendasi PPP
untuk Pilkada Kota Ambon telah disetujui DPP PPP atas nama pasangan
Richard-Syarief. “Sudah final Richard-Syarief berpasangan. DPP PPP sudah
setujui,” ungkap sumber orang dalam di DPP PPP Jakarta, Kepada awak media kami, tadi malam.
Menurut dia, seluruh pengurus inti DPW
PPP Maluku dan Kota Ambon telah berada di Jakarta terkat rekomendasi
itu, dan Ketua DPW PPP Syarief Hadler yang menjadi Calon Wakil Walikota
berpasangan dengan Richard Louhenapssy telah diminta DPP PPP untuk
datang ke Jakarta.
“Hari ini Pak Syarief Hadler diminta
untuk menghadap DPP PPP di Jakarta,” ungkap sumber itu. Keputusan
memberikan rekomendasi ini juga setelah ada kepastian dari Richard.
“Tidak mungkin PPP memberikan rekomendasi buat Syarief Hadler, kalau
tidak ada kepastian dari Richard,” ungkap sumber itu lagi.
Dia mengatakan, rekomendasi akan
dikeluarkan atau dipublikasikan secara resmi setelah pada Agustus nanti.
“Jadi Rekomendasi itu akan diumumkan atau dipublikasikan pada Agustus
setelah Partai Golkar. Rekomendasi Golkar akan keluar pada pekan pertama
Agustus, selanjutnya akan diikuti PPP,” bebernya.
Sumber itu mengungkapkan, pilihan
Richard mengandeng Syarief telah disepakati antara kedua kandidat. Itu
sebabnya, PPP memberikan rekomendasi itu kepada mereka. Meskipun dalam
pembukaan pendaftaran PPP untuk Calon Walikota dan Wakil Walikota hanya
satu pasangan calon yang mendaftar.
“Dan keputusan itu ada pada DPP PPP
sesuai juklak partai, sehingga tidak bertentang, ketika rekomendasi itu
harus diberikan kepada pasangan Richard-Syarief. Anda catat ini bukan
informasi hoax atau informasi kosong. Apa yang saya katakan adalah benar
bahwa rekomendasi PPP untuk pasangan Richard-Syarief,” tutupnya.
Sikap Richard memilih Syarief untuk
mendampanginya di Pilkada Kota Ambon, setidaknya dua calon Wakil Walikota yang
mengemuka diajukan PDIP Maluku dengan sendirinya gugur. Lantas apa
pendapat PDIP dengan pilihan Richard ini? Ketua DPD PDIP Maluku Edwin
Adrian Huwae yang dihubungi wartawan kami tadi malam, via telepon
selulernya tidak tersambung.
HILANG JALAN
HILANG JALAN
Sementara itu, Direktur Molucca Institut
M. Asman Poipessy yang diminta komentarnya seputar sikap politik
Richard memilih Syarief Hadler mengatakan, apakah informasi itu sudah
final atau sekedar wacana. “Kalau informasinya final sebagai sikap
politik Richard memilih figur Wakil Walikota Syarief Hadler dari PPP,
maka PDIP akan kembali pada historis dan ideologi partai. Bila tidak
PDIP bisa hilang jalan,” tegas Poipessy.
Menurut dia, dengan pilihan Richard
memilih Syarief, PDIP tidak akan mungkin memberikan rekomendasi itu,
kepada Richard. “Suka atau tidak suka, Rekomendasi itu akan diberikan
kepada pasangan lain, dan tidak akan mungkin untuk Richard. Nah,
pasangan yang ada saat ini tinggal Poly Kastanya-Sam Latuconsina
“PANTAS.” Karena PDIP tidak mungkin mengusung figur lain, dimana PDIP
butuh koalisi untuk mengusung pasangan calon,” terangnya.
Dengan begitu, lanjut dia, peluang PDIP
ke “PANTAS” terbuka lebar, karena masing-masing Parpol telah memilih
pasangannya di Pilkada Kota Ambon, mendatang. “Atau bisa juga PDIP
mengusung Brury Nanuleitta disandingkan dengan salah satu Balon Wakil
Walikota dari Balon yang diajukan kepada Richard. Kemungkinan itu bisa
saja terjadi. Namanya juga politik semua bisa berubah dalam sekejap,”
terangnya.
(ktm)
