Mendag Thomas Trikasih Lembong berpikir ke depannya akan mengeluarkan
izin importasi sejak awal tahun untuk jangka waktu satu tahun. Foto:
Istimewa
INDOPOST, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong berpikir ke depannya akan mengeluarkan izin importasi
sejak awal tahun untuk jangka waktu satu tahun. Ini sebagai langkah
antisipatif pemerintah agar tidak terburu-buru dalam bertindak saat
terjadi lonjakan harga pangan.
Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan bahwa pemerintah perlu menyusun langkah antisipatif agar gejolak harga pangan tidak terjadi lagi di tahun-tahun mendatang. Karena itu, pemerintah perlu memulai perencanaan dan pelaksanaan jauh-jauh hari. "Kita harus antisipatif ke depan. Mulai perencanaan dan pelaksanan jauh hari," katanya belum lama ini.
Menurutnya, setelah persiapan Lebaran telah selesai maka pemerintah harus segera bersiap untuk menghadapi momen selanjutnya yaitu Hari Raya Idul Adha dan libur puncak akhir tahun. Apalagi, saat Idul Adha permintaan terhadap komoditas hewani seperti sapi, kambing, dan kerbau akan jauh lebih tinggi. "Begitu Lebaran selesai harus siap-siap Idul Adha dan libur puncak akhir tahun. Kita harus disiplin," imbuh dia.
Karena itu, Lembong berpikir untuk mengeluarkan sekaligus izin impor untuk jangka satu tahun di awal tahun. Sehingga diharapka tidak akan menimbulkan gejolak harga di kemudian hari.
"Sehingga tidak menimbulkan kekakuan antar kuartal. Persis seperti Pak Presiden bilang, ini perencanaan harus jauh hari," tuturnya.
Kendati demikian, dia mengaku tidak bisa memutuskan persoalan ini sendiri. Dirinya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan kementerian dan seluruh pemangku kepentingan terkait sebelum memutuskan mengenai hal tersebut.
"Kita perlu rakor di Menko Ekonomi yang melibatkan semua kalangan. Saya enggak bisa jalan sendiri. Saya musti minta masukan kementerian terkait. Tapi, arahan Presiden supaya ini jangan terjadi lagi," pungkasnya.
Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan bahwa pemerintah perlu menyusun langkah antisipatif agar gejolak harga pangan tidak terjadi lagi di tahun-tahun mendatang. Karena itu, pemerintah perlu memulai perencanaan dan pelaksanaan jauh-jauh hari. "Kita harus antisipatif ke depan. Mulai perencanaan dan pelaksanan jauh hari," katanya belum lama ini.
Menurutnya, setelah persiapan Lebaran telah selesai maka pemerintah harus segera bersiap untuk menghadapi momen selanjutnya yaitu Hari Raya Idul Adha dan libur puncak akhir tahun. Apalagi, saat Idul Adha permintaan terhadap komoditas hewani seperti sapi, kambing, dan kerbau akan jauh lebih tinggi. "Begitu Lebaran selesai harus siap-siap Idul Adha dan libur puncak akhir tahun. Kita harus disiplin," imbuh dia.
Karena itu, Lembong berpikir untuk mengeluarkan sekaligus izin impor untuk jangka satu tahun di awal tahun. Sehingga diharapka tidak akan menimbulkan gejolak harga di kemudian hari.
"Sehingga tidak menimbulkan kekakuan antar kuartal. Persis seperti Pak Presiden bilang, ini perencanaan harus jauh hari," tuturnya.
Kendati demikian, dia mengaku tidak bisa memutuskan persoalan ini sendiri. Dirinya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan kementerian dan seluruh pemangku kepentingan terkait sebelum memutuskan mengenai hal tersebut.
"Kita perlu rakor di Menko Ekonomi yang melibatkan semua kalangan. Saya enggak bisa jalan sendiri. Saya musti minta masukan kementerian terkait. Tapi, arahan Presiden supaya ini jangan terjadi lagi," pungkasnya.
(izz)
