Militer Irak
INDOPOST, BAGDAD - Angkatan Bersenjata Irak bergerak lebih maju
ke barat kota Mosul yang dikuasi Daesh (ISIS) dan memasuki lingkungan perumahan
pertama di kota itu.
Pasukan Irak merebut kembali sebuah pangkalan militer
dan sebuah desa di barat daya Mosul serta memasuki lingkungan
perumahan, kata Letnan Jenderal Sami Al-Aridhi, dari pasukan kontra
terorisme, Jumat (24/02/20017).
Keberhasilan terbaru ini dicapai sehari setelah pasukan
darat Irak, yang didukung angkatan udara, berhasil merebut kembali
bandara Mosul pasca terlibat bentrokan hebat dengan teroris Daesh, yang
menanam ranjau dan jebakan di seluruh kompleks.
Pasukan relawan rakyat yang disebut Hashd Al-Sha'abi, juga membantu mengamankan jalan-jalan utama sebelah barat kota Mosul.
Polisi federal Irak dan pasukan elit respon cepat dari
Kementerian Dalam Negeri Irak sekarang sedang melakukan operasi
pembersihan di bandara, yang akan berfungsi sebagai sebuah pangkalan
udara militer untuk membantu membebaskan bagian barat Mosul.
Di front terpisah, pasukan Dinas Kontra-Terrorisme Irak
(CTS) pada Jumat merebut kembali pangkalan militer Ghozlani, yang akan
menjadi fasilitas penting dalam pergerakan menuju wilayah Tal al-Rumman
dan al-Mamoun di barat daya Mosul.
Berbagai laporan menyebutkan, para teroris yang beroperasi
di kawasan itu melancarkan serangan bom dan operasi drone untuk
memperlambat kemajuan pasukan CTS.
Operasi militer di barat kota Mosul dimulai setelah pasukan
Irak berhasil mengusir Daesh dari wilayah timur kota yang terbagi dua
dengan aliran Sungai Tigris.
(mz/indo)
