Sekjen PDIP Hasto Krisyanto Peringatkan Kader Partainya Untuk Solid Mengawal Roda Pemerintahan Jember
INDOPOST, JEMBER - Sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Hasto Krisyanto, mengingatkan kembali seluruh kader Partai untuk solid dalam mengawal dan mensukseskan jalannya roda Pemerintahaan Kabupaten Jember dibawah Kepemimpinan Bupati Faida dan Wakil Bupati Muqit Arif.
Bahkan, Hasto dengan tegas mengatakan akan melakukan pencopotan terhadap kader partai yang dinilai tidak memiliki loyalitas mengawal setiap kebijakaan pro-rakyat dari bupati dan wakil bupati yang diusung oleh partai berlambang kepala banteng moncong putih itu.
"Bupati Faida ini kesayangan Ibu Mega. Ibu Mega juga mempersiapkannya, dan karenanya kita sebagai Kader PDI-P harus mendukung penuh. Jika ada kader partai yang tidak solid, silakan angkat kaki," tegasnya di hadapan para kader dan pengurus DPC PDIP Jember saat melakukan Pelantikan serta Pengukuhan pengurus Baitul Muslimin Indonesia di Gedung Organisasi Wanita (GOW) Jember, Sabtu (8/10/2016).
Hasto optimistis, watak Bupati Faida benar-benar Marhaenis dan peduli pada wong cilik. Benar-benar peduli sampai disebut ibundanya Duafa. Dia tidak mau lagi ada suara sumbang di luar, jika sampai ada laporan kader PDIP, apalagi anggota Dewan, yang tidak solid mendukung pemerintah Faida-Muqit.
Dalam Kesempatan itu, Sekjen PDI Perjuangan juga secara langsung memanggil tujuh anggota DPRD Jember, namun hanya enam anggota yang tampil. Sementara Martini, yang juga mantan Sekretaris DPC PDIP Jember, tidak hadir dalam acara tersebut.
“Kurang satu. Ke mana yang satu?” tanya Hasto.
Kepada para anggota Fraksi PDIP DPRD Jember, Hasto meminta kepada mereka untuk mem-back up utuh pemerintahan Bupati Faida dan Wabup Abdul Muqit Arief. Partai mengedepankan program sinergi tiga pilar, setelah mendapatkan masukan dari masyarakat PDI Perjuangan harus memperbaiki diri, bagaimana mendorong antara eksekutif dan legislatif serta stuktural partai, betul-betul menghasilkan satu kebijakan untuk rakyat, memihak pada wong cilik.
“Tiga bulan lagi kami turun ke Jember. Sampai ada laporan begitu lagi, DPP pasti akan mencopot yang suka jago kandang,” tegasnya.
Sementara, Bupati Jember dr Faida mengatakan, sekali lagi jangan biarkan pihaknya berjuang sendiri.
"Kami ingin berjuang bersama PDI Perjuangan membangun masyarakat Jember yang adil dan makmur. Saya lebih mementingkan kerja-kerja ideologis sesuai dengan ajaran Bung Karno, apabila ada rakyat yang sakit, laporkan kepada kami! Inilah komitmen kami mensejahterahkan wong cilik di kabupaten Jember,” ujar Faida.
Ia mengatakan, sejak mengikuti Sekolah Calon Kepala Daerah yang diadakan oleh DPP Partai, dirinya meyakini bahwa kerja ideologis menjadi komitmen bersama untuk membebaskan masyarakat Jember dari ketertindasan dan kemiskinan.
“Kalau kebijakan pemerintah saya tidak sejalan dengan ideologi Partai, ingatkan saya! Sebab, sejatinya kita ini satu. One for all, all for one. Mari bersama-sama jalankan ajaran Bung Karno di Kabupaten Jember,” pungkas Faida.
(gl/indo)
