Beli 2 Unit Mobil Pemadam Kebakaran, Pemkot Madiun Habiskan Dana Senilai Rp3 Milyar
INDOPOST, MADIUN - Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kembali membeli dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar), masing-masing tangki berkapasitas 3.000 liter air. Pengadaan damkar menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 Milyar, yang didatangkan dari Magelang, Jawa Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Suwarno mengatakan, pembelian dua unit damkar bukan menggantikan fungsi mobil damkar yang lama, tetapi untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, enam mobil damkar yang dimiliki Pemkot saat ini, sebagian produktivitasnya sudah menurun sebab keluaran tahun 1980an.
“Ini nggak menggantikan tapi nambah, karena damkar yang lama masih bisa digunakan. Ini nanti bisa masuk ke jalan-jalan sempit, kalau gang-gang padat penduduk ya nggak bisa masuk,” katanya.
Mantan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Madiun ini menguraikan, dua unit mobil damkar tiba di Balaikota Madiun pada, Rabu(7/9/2016) malam.
Sebelum dikirim ke Madiun BPBD bekerjasama dengan tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya melakukan pengecekan fisik damkar di Magelang.
Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Madiun No. 3 Tahun 2014 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, nantinya setiap kecamatan akan dibuat pos atau garansi pemadam kebakaran.
Tahun 2017 mendatang, BPBD berencana membuat pos damkar di Kelurahan Madiun Lor untuk mengcover wilayah Kecamatan Manguharjo. Selanjutnya secara bertahap pos pemadam kebakaran akan dibuat di wilayah Kecamatan Kartoharjo dan Taman, masing-masing akan ada dua unit mobil damkar.
“Kalau di Kecamatan Kartoharjo, nanti apakah kita buat di Rejomulyo atau Oro-Oro ombo, masih kita kaji dulu,” tandasnya.
(Eka/indo)
