# Group 1 User-agent: Googlebot Disallow: /nogooglebot/ # Group 2 User-agent: * Allow: / Sitemap: https://www.infiltrasi.com/sitemap.xml
Latest News
Thursday, September 8, 2016

Ancaman Radikalisme Kembali Terjadi di Solo, Presidium PMKRI: "Kami Mengutuk Aksi Biadab Itu"

Lodovikus Elmo Roe, Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia di Jakarta.




INDOPOST, JAKARTA - Kebhinekaan Indonesia kembali teruji. Belum hilang air mata duka dan trauma mendalam atas teror bom terhadap umat Katolik Gereja St. Yoseph Medan, kini teror kelompok radikal kembali mengguncang sekelompok umat Katolik Solo (06/09/2016).

Sekelompok orang menghentikan secara paksa perayaan Ekaristi memule 1000 hari salah umat paroki St. Petrus Purwosari yang dipimpin pastor Adrianus Andre Sulistiyono di pendopo kelurahan Penumping.

"Ini adalah bentuk ancaman yang nyata terhadap kebhinekaan Indonesia", tegas Lodovikus Elmo Roe, Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia di Jakarta.

PMKRI menilai peristiwa yang terjadi di Solo dan Medan merupakan potensi yang mengancam bahkan mengganggu kemajemukan keindonesiaan yang telah ada.

"Indonesia negara majemuk, bukan milik sekelompok orang. Apa yang terjadi di Solo dan Medan adalah ancaman serius terhadap keutuhan NKRI", ungkapnya.

PMKRI mengutuk dan mengecam tindakan tersebut dan medesak pemerintah untuk menindak tegas tindakan-tindakan tersebut.

"Kami mengutuk aksi biadab itu. Pemerintah kita telah kecolongan dalam kasus ini. Pemerintah seharusnya hadir untuk menjamin kebebasan bergama setiap warga negaranya dan mengantisipasi segala tindakan yang menebar ancaman dan mengoyak kemajemukan yang ada", tandas alumnus Universitas Bung Karno Jakarta, kepada awak indopost Kamis, (08/09/2016)

Lodovikus menghimbau kepada seluruh kader PMKRI seindonesia agar tidak terprovokasi dengan peristiwa ini dan bahu-membahu memelihara kerukunan antarumat beragama.

"Seluruh kader harus rasional melihat masalah ini. Kami akan selalu mengawal kerukunan dan memelihara kemajemukan yang ada. Kader Katolik harus menjadi model kerukunan antarumat beragama di mana pun ia berada", tegas pria kelahiran Riung, Flores ini.

Isu Radikalisme agama merupakan salah satu "grand issue" yang menjadi fokus perhatian serius Pengurus Pusat PMKRI periode 2016-2018 di bawah pimpinan Angelo Wake Kako.
 
 
 
(rinto namang/indo)
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Ancaman Radikalisme Kembali Terjadi di Solo, Presidium PMKRI: "Kami Mengutuk Aksi Biadab Itu" Rating: 5 Reviewed By: Infiltrasi