Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Provinsi Kalimantan Timur, Kornelis W. Gatu, S.Sos
INDOPOST, SANGATTA - Menjadi buruh perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan memang bukanlah idaman setiap orang. Namun, hal ini tidak dapat terhindarkan jika terdesak kebutuhan akan pekerjaan. Berdasarkan data riil dari Disnakertrans Kabupaten Kutai Timur, jumlah perusahaan perkebunan Kelapa Sawit sebanyak 36 perusahaan (badan hukum) dan terdiri dari 105 estate dengan total pekerja perkebunan 60.000 lebih yang dilaporkan kepada Disnakertrans Kab.Kutai Timur.
Jumlah ini diduga belum maksimal dan tidak sesuai fakta dilapangan, berdasarkan keterangan yang disampaikan Kornelis W.Gatu,S.Sos Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Provinsi Kalimantan Timur kepada awak indopost, Rabu, (17/08)
Dikatakannya, masih banyak pekerja perkebunan kelapa sawit yang secara sengaja tidak dilaporkan kepada Disnakertrans Kutai Timur. Perusahaan diduga telah melakukan pelanggaran etika pengawasan yang berkaitan dengan wajib lapor tenaga kerja kepada pemerintah.
Dengan demikian, bidang pengawasan dibawah kepemimpinan Wartoyo, S.Sos seharusnya bekerja keras melakukan pengawasan terhadap pengusaha nakal dan memaksimalkan komunikasi dengan serikat pekerja yang ada pada khususnya yang konsen dengan permasalahan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Menurutnya, ini merupakan persoalan yang sudah sangat meluas karena berkaitan dengan prinsip konsistensi pengusaha yang melakukan investasi baik pengusaha local maupun asing.
"Kita tahu bahwa yang menginvestasikan modal di sector perkebunan kelapa sawit adalah rata–rata berkewarganegaraan Malaysia, India dan memang ada juga pengusaha local", terang pemilik LSM Putra Sang Fajar Indonesia tersebut kepada indopost di kantor pribadinya, Senin, 17/08/2016.
"Bagaimana mungkin pengawas ketenagakerjaan terus membiarkan peristiwa seperti ini terjadi. Sampai kapan tindakan ceroboh pengusaha terhadap pekerja sawit dianak-emaskan"?
Foto Lokasi
Kuburan Karyawan PT.WIN
Menurut Kornelis, ini sudah terlalu berlebihan, namun bidang pengawasan Disnakertrans Kutai Timur bahkan hanya tinggal diam bahkan tidak melakukan apapun. Kalaupun terjadi pemeriksaan, seperti apa hasilnya dan kenapa nota hasil pemeriksaan tidak disampaikan kepada public.
Ada apa sebenarnya antara PT. Wira Inova Nusantara Gunta Samba Group dengan Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kutai Timur? Apakah tidak cukup jika kami mengatakan bahwa ini merupakan konspirasi yang paling nyata?
Belum lagi terjadi pelarangan berserikat dan perbudakan pekerja di perkebunan kelapa sawit yang sangat merajalela dan pengusaha tidak diberikan sanksi apapun, tegas aktivis yang sangat getol membela buruh perkebunan itu dengan nada kesal.
Beliau mengatakan, lihat saja ada fakta sejumlah mantan karyawan PT. Wira Inova Nusantara yang dikuburkan oleh pengusaha di wilayah perkebunan kelapa sawit.
"Ini tindakan yang tidak manusiawi. Kita tidak tahu persis apakah permasalahan itu telah dilaporkan ke pengawas ketenagakerjaan atau tidak. Kalaupun pihak pengawas telah mengetahuinya, kami justru kurang yakin akan ada sanksi tegas terhadap pengusaha nakal tersebut", imbuhnya.
Lebih lanjut, mantan aktivis Benteng Demokrasi Rakyat yang pernah terlibat dalam pergerakan membongkar skandal Bank Century tahun 2009 lalu berharap agar Kepolisian Resort Kutai Timur segera merespon informasi ini dan melakukan pemeriksaan lokasi serta mendesak perusahaan agar semua jasad dibongkar dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing sehingga jasad mereka dikuburkan secara manusiawi.
Kepada awak indopost Kornelis menegaskan, jika dikemudian hari muncul kasus-kasus serupa, maka ia tidak akan segan-segan melaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat SPN untuk ditindaklanjutkan ke Kementerian Tenaga Kerja RI, tutupnya.
(tim investigasi/indopost)

