Bappeda DKI: Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Masih Sangat Minim
INDOPOST, JAKARTA – Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di
ibukota seperti yang diamanatkan konstitusi masih memble. Dari 30 persen
yang harus disediakan, Pemprov DKI baru memenuhinya 9,5 persen dari
total luas wilayah.
Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Subagiyo mengatakan penyediaan RTH bukanlah perkaran mudah. Minimnya ketersediaan lahan menjadi penyebab utama. “Kurang lebih sekarang mencapai 9,5 persen dari total luas Jakarta,” katanya di Balaikota DKI, Jumat (26/8).
Menurut Subagiyo, sulitnya penambahan RTH di Ibukota disebabkan ketersediaan lahan. Selain terbatas, harga lahan di wilayah ini juga sangat mahal. “Sepertinya agak sulit untuk mencapai 30 persen, karena terkendala lahan,” ujarnya.
Namun demikian, kata Subagiyo, Pemprov DKI terus berupaya menyiasati kekurangan RTH tersebut dengan memperbanyak pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). “Langkahnya sudah kesana untuk menambah RTH,” tandasnya.
Terkait RPTRA sebelumnya, Gubernur Ahok menargetkan hingga akhir tahun ini membangun 200 RPTRA. Nantinya, di setiap RW memilik satu RPTRA. Ia meminta lurah agar membeli lahan untuk dibangun RPTRA.
RPTRA sangat penting ada di tengah lingkungan warga. Karena selama ini ruang untuk tempat berkumpul warga sangat minim. “Dengan adanya RPTRA, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orangtua hingga lansia bisa berkumpul,” tandasnya.
(grh/indo)
Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Subagiyo mengatakan penyediaan RTH bukanlah perkaran mudah. Minimnya ketersediaan lahan menjadi penyebab utama. “Kurang lebih sekarang mencapai 9,5 persen dari total luas Jakarta,” katanya di Balaikota DKI, Jumat (26/8).
Menurut Subagiyo, sulitnya penambahan RTH di Ibukota disebabkan ketersediaan lahan. Selain terbatas, harga lahan di wilayah ini juga sangat mahal. “Sepertinya agak sulit untuk mencapai 30 persen, karena terkendala lahan,” ujarnya.
Namun demikian, kata Subagiyo, Pemprov DKI terus berupaya menyiasati kekurangan RTH tersebut dengan memperbanyak pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). “Langkahnya sudah kesana untuk menambah RTH,” tandasnya.
Terkait RPTRA sebelumnya, Gubernur Ahok menargetkan hingga akhir tahun ini membangun 200 RPTRA. Nantinya, di setiap RW memilik satu RPTRA. Ia meminta lurah agar membeli lahan untuk dibangun RPTRA.
RPTRA sangat penting ada di tengah lingkungan warga. Karena selama ini ruang untuk tempat berkumpul warga sangat minim. “Dengan adanya RPTRA, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orangtua hingga lansia bisa berkumpul,” tandasnya.
(grh/indo)
