# Group 1 User-agent: Googlebot Disallow: /nogooglebot/ # Group 2 User-agent: * Allow: / Sitemap: https://www.infiltrasi.com/sitemap.xml
Latest News
Wednesday, July 13, 2016

Usai Lebaran Harga Jengkol di Pekanbaru Justru Naik 200 Persen

ilustrasi




INDOPOST, PEKAN BARU - Pasca lebaran idul fitri, selain komoditi daging, jengkol dan petai juga mengalami lonjakan harga yang sangat tajam. Salah satu penyebabnya adalah komoditi itu merupakan barang yang banyak diminati. Disamping saat ini belum memasuki musim panen jengkol dan petai.

Ujang Muktar, salah seorang pedagang barang Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di pasar tradisional Pasar Cik Puan Pekanbaru, menjelaskan harga jengkol yang biasanya Rp 700.000,- sampai Rp 800.0000,- per karung, saat ini meningkat menjadi diatas Rp 1 juta per karung.

"Jika dikonversikan, maka biasanya pedagang menjual Rp3.000 untuk 10 biji. Namun saat ini menjadi Rp7.500 per 10 biji. Kenaikannya lebih dari 200 persen, sehingga untuk 100 biji jengkol, setidaknya pembeli menyiapkan Rp70 ribu," jelasnya, Selasa (12/7/2016).

Dia mengakui, sejak ramadhan hingga setelah idul fitri tren harga barang cenderung mahal, selain daya beli masyarakat berkurang akibat habis lebaran, faktor tahun ajaran baru juga menjadi faktor penyebab kenaikan.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman berharap agar masyarakat mengurangi konsumsi jengkol untuk menekan harga.

"Jengkol itu kan bukan makanan pokok. Jadi sebaiknya dikurangi. Apalagi sebab selain tidak merupakan barang kebutuhan pokok, jengkol yang dijual di pasaran merupakan buah yang disuplai dari Jambi, Sumater Barat dan Sumatera Utara," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan media, pasca lebaran, harga sejumlah barang kepokmas masih tetap tinggi. Hal itu disebabkan karena masih banyak pedagang yang belum berjualan, sehingga stok menipis.

"Meski tingkat permintaan masyarakat sudah mulai turun dan berangsur stabil, tetapi tidak menyebabkan pedagang untuk memasang harga yang relatif standar," kata Purwadi, salah seorang pedagang di pasar Dupa Pekanbaru kepada RRI.

Dia menjelaskan seperti tahun-tahun sebelumnya, harga baru akan kembali normal setelah dua pekan setelah lebaran. Sejauh ini, komiditi yang harganya paling naik adalah cabe merah yang mencapai Rp48 ribu per kg. Padahal sebelumnya hanya Rp24 ribu per kg dan bahan untuk bumbu.

Selain itu harga komoditi sayuran, yang seharusnya justru dijual dengan harga murah, juga masih tetap tinggi, termasuk tomat yang sebelumnya dijual dengan harga Rp5.000 perkilogram dijual dengan harga Rp8.000.

Kondisi itu juga sesuai dengan pengakuan sejumlah agen kepokmas di beberapa pasar tradisional di Kota Pekanbaru, bahwa harga Kepokmas belum menunjukkan tanda-tanda akan mengalami penurunan pasca lebaran. Padahal pemerintah telah melakukan segala upaya, termasuk operasi pasar dan menekan pedagang serta pengusaha untuk menjual harga bahan kebutuhan pokok dengan harga murah.

"Sepertinya upaya pemerintah untuk menekan harga jelang lebaran dan setelah lebaran tidak membuahkan hasil. Sebab harga Kepokmas di pasaran tetap tinggi, sehingga pemerintah gagal menekan harga pangan selama bulan ramadan dan saat maupun setelah lebaran tahun ini," tambah Purwadi.



(TS/WDA)
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Usai Lebaran Harga Jengkol di Pekanbaru Justru Naik 200 Persen Rating: 5 Reviewed By: Infiltrasi