# Group 1 User-agent: Googlebot Disallow: /nogooglebot/ # Group 2 User-agent: * Allow: / Sitemap: https://www.infiltrasi.com/sitemap.xml
Latest News
Wednesday, July 13, 2016

Terkait Tragedi Mudik di Tol Brexit, Pemerintah Akhirnya Mengakui Salah dan Meminta Maaf

Wakil Presiden Jusuf Kalla



INDOPOST, JAKARTA – Tragedi meninggalnya 12 orang saat mudik Lebaran menyisakan kepedihan. Sejumlah sorotan mulai tajam ke pemerintah yang didesak meminta maaf dan mengevaluasi penanganan jalur mudik. Kini, akhirnya pemerintah mengakui salah dan meminta maaf atas tragedy mematikan dalam sejarah kemacetan lalulintas di tanah air tersebut. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres Selasa (12/07/2016) mengakui pemerintah terlalu yakin dengan jalan tol. Mantan Menko Kesra itu juga menyesalkan tragedi itu. 

“Jadi pertama, pemerintah minta maaf, menyesalkan ini semua. Saya kira sudah beberapa pejabat minta maaf. Bahwa Pemerintah sudah berusaha melayani sebaik-baiknya dan masyarakat yakin akan itu tetapi semua orang terlalu yakin,” tambahnya. 

JK menambahkan, setiap orang bertanggungjawab atas kejadian tersebut. “Jadi pikiran kita, ‘mesti (ada) jalan tol nih’. Jadi double itu kan, cuti tetap ada, tapi ini justru jalan tol itu meningkatkan minat masyarakat untuk naik mobil (pribadi),” ujar Wapres. 

JK mengakui di tahun 2005 dirinya mengusulkan pelaksanaan cuti bersama 9 hari dengan tujuan masyarakat dapat memanfaatkan waktu untuk mudik sehingga tidak menimbulkan macet. Namun seiring berkembangnya pendapatan masyarakat, maka semakin tinggi juga kepemilikan kendaraan pribadi. 

“Kita terlalu yakin dengan jalan tol itu. Semua orang yakin, akhirnya bertumpuklah itu,” tambahnya. Pada akhirnya, mulailah yang golongan bawah punya sepeda motor dan mobil yang menengah. “Nah, macetnya di jalan sudah. Karena makin banyak punya mobil. Tapi pendapatan masyarakat makin tinggi, makin banyak mobil,” terangnya. 

Pada rapat kabinet jelang lebaran, ada berbagai usulan soal antisipasi macet mudik. Mulai dari pembebasan jalan tol hingga penjualan karcis tol tempat umum. JK menghitung setiap orang membutuhkan waktu 15 detik untuk membayar tol. Jika ada 1 juta pemudik di jalan maka akan ada 15 juta detik terpakai hanya untuk bayar tol. “Berapa waktu dihemat kalau tinggal lempar aja tuh karcis. Tapi tidak dilakukan juga,” ucapnya. 

Usulan lainnya adalah pembagian waktu mudik berdasarkan pelat kendaraan yang dibagi dua yaitu ganjil dan genap. “Cuma kita optimistis terlalu yakin bahwa jalan tol ini membantu. Ternyata orang berpikiran sama. Terjadilah musibah ini,” kata JK.



 (knl)
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Terkait Tragedi Mudik di Tol Brexit, Pemerintah Akhirnya Mengakui Salah dan Meminta Maaf Rating: 5 Reviewed By: Infiltrasi