TKW asal NTT tewas di Malaysia, tubuhnya penuh luka jahitan (foto:Sefnat/iNews)
INDOPOST, KUPANG - Satu lagi Tenaga Kerja
Indonesia (TKI) asal Desa Tupan, Kecamatan Batu putih, Kabupaten Timor
Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia di Kuala Lumpur,
Malaysia.
Kabar meninggalnya TKW atas nama Yufrinda Selan (19) ini diperoleh ayah kandungnya Melitus Selan pada 13 Juli 2016 lalu melalui tetepon seluler, dari seseorang yang mengaku petugas BP3TKI Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Tak berselang beberapa hari kemudian, jasad Yufrinda Selan tiba di kampung halamannya, di Desa Tupan yang diantar langsung oleh petugas BP3TKI NTT.
Baca juga: Dinilai Meninggal Tak Wajar, Keluarga Desak BP3TKI Jangan Tutupi Kronologi Kematian TKW Asal NTT di Malaysia
Pihak keluarga yang merasa curiga kemudian menghubungi polisi untuk membuka peti mayat korban dan saat itu baru diketahui tubuh TKW itu penuh luka jahitan dari bagian leher, belahan dada, hingga pada pangkal paha korban.
Atas kejanggalan itu, polisi membawa jasad Yufrinda ke RSUD Soe untuk dilakukaan visum luar, sementara itu ayah kandung korban meminta polisi untuk mengusut kematian putrinya yang dinilai tak wajar.
Kabar meninggalnya TKW atas nama Yufrinda Selan (19) ini diperoleh ayah kandungnya Melitus Selan pada 13 Juli 2016 lalu melalui tetepon seluler, dari seseorang yang mengaku petugas BP3TKI Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Tak berselang beberapa hari kemudian, jasad Yufrinda Selan tiba di kampung halamannya, di Desa Tupan yang diantar langsung oleh petugas BP3TKI NTT.
Baca juga: Dinilai Meninggal Tak Wajar, Keluarga Desak BP3TKI Jangan Tutupi Kronologi Kematian TKW Asal NTT di Malaysia
Pihak keluarga yang merasa curiga kemudian menghubungi polisi untuk membuka peti mayat korban dan saat itu baru diketahui tubuh TKW itu penuh luka jahitan dari bagian leher, belahan dada, hingga pada pangkal paha korban.
Atas kejanggalan itu, polisi membawa jasad Yufrinda ke RSUD Soe untuk dilakukaan visum luar, sementara itu ayah kandung korban meminta polisi untuk mengusut kematian putrinya yang dinilai tak wajar.
(san)
