Jenazah Yufrinda Selan (19), TKW asal NTT. (Sefnat Besie/MNC Media)
INDOPOST, KUPANG - Seorang TKW, Yufrinda Selan
(19), meninggal tak wajar di Kuala Lumpur, Malaysia. Pihak keluarga
mendesak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia (BP3TKI) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bertanggung jawab
atas meninggalnya TKW asal Desa Tupan, Kecamatan Batuputih, Timor Tengah
Selatan, NTT itu.
"Kami minta kepala BP3TKI NTT agar tidak menutup-nutupi kronologi kematian anak kami. Kami minta kepala BP3TKI NTT agar bertanggung jawab dalam persoalan ini," tegas Melkianus Musu, paman Yufrinda, Sabtu (16/7/2016).
"Kami minta kepala BP3TKI NTT agar tidak menutup-nutupi kronologi kematian anak kami. Kami minta kepala BP3TKI NTT agar bertanggung jawab dalam persoalan ini," tegas Melkianus Musu, paman Yufrinda, Sabtu (16/7/2016).
Pihak keluarga menduga ada
yang tidak beres dalam pengiriman TKW, termasuk Yufrinda, ke Malaysia.
Banyak dokumen yang diduga dipalsukan oleh perusahaan perekrut tenaga
kerja di Kupang, sebab dokumen paspor beda dengan KTP dan juga alamat
dalam pengiriman jasad anak mereka.
Sementara itu, salah satu petugas BP3TKI NTT bernama Joni Makh yang mengantar jenazah korban mengaku hanya membantu memfasilitasi jasad korban agar tiba di alamat atau kembali ke keluarga.
"Perlu diketahui bahwa sesuai informasi yang kami peroleh dari KBRI di Kuala Lumpur bahwa yang bersangkutan adalah warga Camplong dengan nama Melinda Sapay, jadi kami hanya membantu memfasilitasi saja, bisa diterima kembali oleh keluarga yang berhak," kilah Makh.
Sementara itu, salah satu petugas BP3TKI NTT bernama Joni Makh yang mengantar jenazah korban mengaku hanya membantu memfasilitasi jasad korban agar tiba di alamat atau kembali ke keluarga.
"Perlu diketahui bahwa sesuai informasi yang kami peroleh dari KBRI di Kuala Lumpur bahwa yang bersangkutan adalah warga Camplong dengan nama Melinda Sapay, jadi kami hanya membantu memfasilitasi saja, bisa diterima kembali oleh keluarga yang berhak," kilah Makh.
(zik)
