Upacara pemecatan dengan tidak hormat tiga anggota polisi di lingkungan Polda Papua
INDOPOST, JAYAPURA – Air mata Jenderal bintang dua itu akhirnya membasahi pipinya, setelah lama dirinya terdiam, sesaat memberikan pengarahan didepan peserta upacara pemecatan dengan tidak hormat tiga anggotanya, karena terbukti memakai dan mengedarkan narkotika jenis ganja dan sabu.
“Keputusan ini sangat berat bagi saya.
Seharusnya upacara ini sudah lama direncanakan, tetapi saya terus
berpikir, menimbang dan berpikir keras lagi untuk memutuskan masalah
ini,” kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, Jumat (22/7) di Lapangan Mapolda Papua.
“Ini pertama kalinya saya memimpin
upacara pemecatan anggota dengan tidak hormat, setelah 27 tahun masa
pengabdian saya di kepolisian. Ini bukan hal yang diinginkan keluarga
besar kita di institusi kepolisian. Kasus ini harus menjadi instopeksi
bagi diri kita masing-masing,” tuturnya.
Lanjut Paulus, sebagai manusia pasti ada
saja ketidakmampuan untuk mengawasi lebih jauh etika dan perilaku
anggota. ” Sebagai pimpinan, kakak, ataupun ayah bagi mereka, ini
sangatlah berat untuk saya, tetapi kasus ini tak bisa ditawar lagi. Jika
ditarik kebelakang, ketiga anggota ini merupakan kebanggaan dan harapan
dari keluarga disekitarnya, suku bahkan bagi keluarga besar kita,
kepolisian. ,” paparnya.
Ketiga anggota yang dipecat ini adalah
Bripka Ahmad Suryanto, Bripol Irvan dan Briptu Harwi Dirjayadi yang
terbukti melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf D PP no 1/2003 dan pasal 7 ayat
1 huruf B, pasal 13 ayat 4 huruf D, Perkap no 14/2011.
“Usia mereka produktif dan jalannya masih panjang. Tetapi justru mereka memilih jalan seperti ini,” jelasnya lagi.
(Aruni)

0 Reviews:
Post a Comment