ilustrasi
INDOPOST JAYAPURA – Sebanyak 11 orang
korban bentrokan dua warga di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua
dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Kabupaten Mimika. Rata-rata luka ke -11 orang ini karena
tusukan dan tebasan benda tajam dan luka terkena panah. Sementara
jenasah korban yang meninggal dunia sudah dibakar oleh warga.
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus
Waterpauw menyebutkan lokasi pertikaian warga masih dijaga oleh gabungan
TNI/Polri sebanyak 30 personil. Pihak kepolisian, dandim dan juga
bupati setempat telah melakukan komunikasi dengan kedua belah pihak
untuk menghentikan pertikaian.
“Kedua belah pihak bersepakat untuk
berdamai. Harapan kami, semua korban dapat dievakusi dan diobati hingga
selesai. Evakuasi korban terhalang oleh keterbatasan maskapai
penerbangan dan cuaca yang buruk,” ungkapnya. Baca: Pertikaian Antar Warga di Distrik Kenyam Nduga Papua, Satu Orang Tewas Terkena Panah
Data dari kepolisian setempat
menyebutkan hingga Jumat sore, kembali dua korban di Kampung Mbua,
Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga dievakusi dengan pesawat SAS jenis twin
otter PK-FSA.
Keduanya atas nama Tinggen Tabuni (30
tahun) yang mengalami luka panah pada bagian perut sebelah kiri. Korban
kedua adalah Kasuari Nimiangge (30 tahun) yangmengalami luka akibat
panah pada bagian dada sebelah kanan.
Sebelumnya dua kelompok warga bertikai
di Kampung Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. Pemicu pertikaian adalah
masalah perselingkungan. Akibat kejadian ini satu orang meninggal dan
berujung pada pertikaian warga.
(Aruni)

0 Reviews:
Post a Comment