Presiden Jokowi telah instruksikan Kementerian Kesehatan dan Pemda mencari jalan keluar yang terbaik.
INDOPOST, SURABAYA - Presiden Jokowi menghimbau masyarakat supaya tenang dalam menanggapi peredaran vaksin palsu. Presiden Jokowi telah instruksikan Kementerian Kesehatan dan Pemda mencari jalan keluar yang terbaik.
"Nanti tunggu Menkes, ini harus ditangani betul-betul secara detail, dan hati-hati supaya masyarakat tidak semakin desak," ujar Jokowi di Surabaya, Jatim, Jumat (15/7/2016) malam.
Berbagai langkah sudah dilakukan pemerintah. Setelah mengumumkan daftar nama Rumah Sakit pengguna vaksin palsu Presiden Jokowi mengaku tengah menyiapkan sanksi tegas. Baik berupa sanksi teguran maupun pencabutan izin operasi rumah sakit.
"Ini juga baru proses. Bisa saja nanti ada yang dicabut izinnya bisa hanya bentuk teguran dan lain-lain," jelas Presiden Jokowi.
Tidak hanya itu, bagi individu yang terlibat dalam peredaran vaksin palsu ini terancam terkena sanksi pidana. Menurut Presiden bukan tidak mungkin tersangka yang saat ini berjumlah 23 orang akan terus bertambah.
"Karena ini menyangkut tidak setahun, 2 tahun, ini 13 tahun sehingga ini harus ditangani," papar Jokowi.
(SHS/AA)
