Caretaker Ketua KNPI Papua, Marthinus Werimon
INDOPOST, JAYA PURA – Ratusan satgas dari sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tersebar di tanah Papua bakal menjaga musyawarah daerah luar biasa (musdalub) DPD KNPI Provinsi Papua yang rencananya akan dilaksanakan 21 Juli 2016 di salah satu hotel yang terletak di Kota Jayapura. Penjagaan dari satgas OKP ini untuk mengantisipasi adanya kelompok yang tak menginginkan diadakannya musdalub.
Caretaker Ketua KNPI Provinsi Papua,
Marthinus Werimon menuturkan hingga saat ini sudah ada 24 DPD tingkat II
yang bergabung untuk pelaksanaan musdalub, beberapa kabupaten lainnya
telah menyampaikan persetujuannya baik lisan ataupun menyurat secara
resmi.
“Musdalub ini hanya untuk menyelesaikan
sisa waktu yang tersisa sekitar 1 tahun lebih dari kepemimpinan
sebelumnya. Musdalub juga tak ada kaitannya dengan partai, suku atau
agama tertentu. Tetapi murni untuk keberlangsungan organisasi
kepemudaan,” ujarnya kepada koresponden Indonesian Post, Katharina Louvree, Selasa 19 Juli 2016.
Sekitar 70-an OKP di Papua juga telah
menyatakan dukungannya untuk musdalub yang rencananya akan dihadiri
Ketua DPP KNPI, Fadh A Rafiq dan sejumlah pengurus pusat lainnya.
“Ini keputusan negara yang tak bisa
ditawar kembali dan kami tak ingin menggunakan cara-cara fisik. Jika ada
oknum yang masih keberatan, silahkan berhadapan dengan aparat negara.
Mari kita gunakan konstitusi organisasi dan intelektualitas dari pemuda
untuk mengedepankan masalah ini,” ungkap Marthinus.
Sebelumnya kepemimpinan Ketua DPP KNPI,
Muhammad Rivai Darus dilengserkan pada awal Juni 2015 yang dihadiri oleh
132 OKP dan 19 DPD. Lalu posisi Rivai pun digantikan oleh Fadh A Rafiq
dengan diterbitkan SK dari Menkumham tertanggal 2 Februari 2016.
Kemudian dilanjutkan dengan rakernas II DPP KNPI di Jakarta yang
dihadiri oleh Menkopolhukam, Luhut Panjaitan.
Lanjut Marthinus, DPD KNPI Papua di
caretakerkan, sebab saat kongres luar biasa, Ketua KNPI Papua, Max Olua
tak menyampaikan dukungan kepada kongres tersebut.
“Menurut aturan organisasai Max
dicaretakerkan. Pada dasarnya kami hanya menjalankan amanat organisasi
dan sebagai sahabat Bung Rivai, kami tak memiliki masalah apapun,
pertemanan tetap terjalin dengan baik,” tambah Marthinus.
(Katharina Louvree)
