Orangtua pasien ketika menunggu Dirut RS Harapan Bunda Ciracas
INDOPOST, JAKARTA-Setelah ditunggu beberapa lama oleh
orangtua pasien, akhirnya pihak manajemen Rumah Sakit Harapan Bunda
Ciracas, Jakarta, tiba Kamis (14/7) pukul 23.05. Fina, Direktur Utama RS
Harapan Bunda lalu memberikan penjelasan kepada orangtua pasien yang
sudah lama menunggu soal vaksin palsu.
Fina mengakui bahwa rumah sakitnya betul menggunakan vaksi palsu. Namun menurut Fina bahwa vaksin abal-abal itu bukan kebijakan rumah sakit tetapi ada oknum yang melakukan.
“Kami pihak rumah sakit turut prihatin, kami sampaikan bahwa memang benar di Rumah Sakit Harapan Bunda pernah ada edaran vaksin yang diduga palsu dan sedang diusut Bareskrim hal ini dilakukan oleh oknum yang tak diketahui sesuai temuan hingga hari ini,” kata Fina.
Fina memberikan penjelasan selama 15 menit. Setelah itu dia hendak meninggalkan lokasi.
Melihat itu, orang tua mengejar Fina. Petugas keamanan kemudian mengamankan Fina dari kejaran orang tua korban. Baca: Gunakan Vaksin Palsu, Sejumlah Orangtua Pasien Menggeruduk RS Harapan Bunda
Fina akhirnya berhasil masuk ke ruang Hospital Service Center (HSC). Para orang tua kemudian berteriak dan menuntut Fina menandatangani sebuah kesepakatan.
Akhirnya perwakilan orang tua masuk menemui Fina di ruang HSC. Fina diminta tanda tangan di atas materai mengenai detail kronologi masuknya vaksin palsu ke RS Harapan Bunda.
Seperti diketahui Rumah Sakit Harapan Bunda adalah salah satu dari 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu sesuai keterangan Menteri Kesehatan di DPR.
(ifand)
Fina mengakui bahwa rumah sakitnya betul menggunakan vaksi palsu. Namun menurut Fina bahwa vaksin abal-abal itu bukan kebijakan rumah sakit tetapi ada oknum yang melakukan.
“Kami pihak rumah sakit turut prihatin, kami sampaikan bahwa memang benar di Rumah Sakit Harapan Bunda pernah ada edaran vaksin yang diduga palsu dan sedang diusut Bareskrim hal ini dilakukan oleh oknum yang tak diketahui sesuai temuan hingga hari ini,” kata Fina.
Fina memberikan penjelasan selama 15 menit. Setelah itu dia hendak meninggalkan lokasi.
Melihat itu, orang tua mengejar Fina. Petugas keamanan kemudian mengamankan Fina dari kejaran orang tua korban. Baca: Gunakan Vaksin Palsu, Sejumlah Orangtua Pasien Menggeruduk RS Harapan Bunda
Fina akhirnya berhasil masuk ke ruang Hospital Service Center (HSC). Para orang tua kemudian berteriak dan menuntut Fina menandatangani sebuah kesepakatan.
Akhirnya perwakilan orang tua masuk menemui Fina di ruang HSC. Fina diminta tanda tangan di atas materai mengenai detail kronologi masuknya vaksin palsu ke RS Harapan Bunda.
Seperti diketahui Rumah Sakit Harapan Bunda adalah salah satu dari 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu sesuai keterangan Menteri Kesehatan di DPR.
(ifand)
