Suasana di RS Harapan Bunda, Ciracas, atas keberadaan vaksin palsu. (Ifand)
INDOPOST, JAKARTA – Pasca Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek,
merilis beberapa rumah sakit yang menerima vaksin palsu, sejumlah
orangtua pasien menggeruduk RS Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur,
Kamis (14/7). Mereka khawatir anak-anaknya menjadi korban atas peredaran
vaksin palsu tersebut.
Ike, 34, orangtua pasien, mengaku kaget dengan pengumuman yang disampaikan tersebut. Pasalnya selama ini buah hatinya yang berinisial KN, 5, memperoleh vaksin seperti BCG, DPT, hingga Hepatitis di RS Harapan Bunda. “Ini begitu diumumkan makanya pas pulang kerja saya langsung ke sini (RS Harapan Bunda),” katanya, Kamis (14/7).
Dikatakan Ike, meski saat ini belum ada keluhan berarti yang dirasakan buah hatinya, namun ia mengaku khawatir. Untuk itu, ia pun ingin meminta penjelasan dari pihak rumah sakit. “Kalau memang harus vaksin ulang enggak apa-apa yang penting mau tahu dampaknya saja karena kan udah lama juga,” ungkap warga Cilangkap tersebut.
Terkait hal tersebut, seorang staf humas RS Harapan Bunda mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan perihal tersebut. Ia pun meminta waktu kepada awak media untuk bersabar sebelum berbicara lebih jaur. “Kami masih berkoordinasi dengan Kemenkes. Nantinya untuk keterangan akan disampaikan oleh orang yang lebih kompeten,” kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu.
(ifand)
Ike, 34, orangtua pasien, mengaku kaget dengan pengumuman yang disampaikan tersebut. Pasalnya selama ini buah hatinya yang berinisial KN, 5, memperoleh vaksin seperti BCG, DPT, hingga Hepatitis di RS Harapan Bunda. “Ini begitu diumumkan makanya pas pulang kerja saya langsung ke sini (RS Harapan Bunda),” katanya, Kamis (14/7).
Dikatakan Ike, meski saat ini belum ada keluhan berarti yang dirasakan buah hatinya, namun ia mengaku khawatir. Untuk itu, ia pun ingin meminta penjelasan dari pihak rumah sakit. “Kalau memang harus vaksin ulang enggak apa-apa yang penting mau tahu dampaknya saja karena kan udah lama juga,” ungkap warga Cilangkap tersebut.
Terkait hal tersebut, seorang staf humas RS Harapan Bunda mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan perihal tersebut. Ia pun meminta waktu kepada awak media untuk bersabar sebelum berbicara lebih jaur. “Kami masih berkoordinasi dengan Kemenkes. Nantinya untuk keterangan akan disampaikan oleh orang yang lebih kompeten,” kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu.
(ifand)
