Tol Palimanan (doc)
INDOPOST, JAKARTA – Arus mudik jelang Lebaran tahun
ini ternyata tetap tidak lebih lancar dari tahun lalu. Itu yang
dirasakan para pemudik, baik yang ke arah Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa
Timur, maupun ke Sumatera. Perjalanan sungguh melelahkan dan
membosankan dialami Admanto yang mudik ke Ponorogo.
Menurutnya, ia jam 14.00 sudah berada di Cirebon, dan melanjutkan ke arah timur. Namun dia harus menghadapi kenyataan macet berkepanjangan saat keluar tol di Pejagan, daerah Brebes. Menurutnya, pukul 18.00 sudah bisa sampai Brebes, atau perjalanan selama empat jam, normalnya sekitar 1,5 jam.
“Ya, di tol tadi dari Cirebon arah Brebes, sudah macet juga. Nggak tahu berapa lamanya, ya adalah kalau empat jam,” katanya.
Selepas Pejagan, (Brexit tol) dia mengaku mengalami kemacetan berkepanjangan. Jalan utama Panatura benar-benar macet ke arah timur. “Ya, kebetulan saya nyetir kurang paham kalau harus putar sana-sini. Saya cuma mengikuti arahan polisi, ternyata luar biasa macetnya di wilayah Brebes,” ujarnya.
Brebes ke arah timur, seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, malam itu seperti bertambah padat saja.
“Macet kok sepanjang jalan, beberapa kali seperti istirahat parkir di tengah jalan,” ungkapnya.
Karena begitu padatnya jalur pantura dan adanya kemacetan-kemacetan, dia baru bisa mencapai Semarang, menjelang pukul 04.00. “Alhamdulillah, bisa sahur di Semarang,” ujarnya sambil menjelaskan, kalau dihitung, Cirebon – Semarang, harus ditempuh selama 14 jam.
Ia pun melanjutkan perjalanan ke arah selatan, arah Solo. Namun, arah ini juga sudah padat sekali. “Saya pukul 06.00 ambil istirahat dulu di Bawen, capek dan takut ngantuk,” katanya.
(win)
Menurutnya, ia jam 14.00 sudah berada di Cirebon, dan melanjutkan ke arah timur. Namun dia harus menghadapi kenyataan macet berkepanjangan saat keluar tol di Pejagan, daerah Brebes. Menurutnya, pukul 18.00 sudah bisa sampai Brebes, atau perjalanan selama empat jam, normalnya sekitar 1,5 jam.
“Ya, di tol tadi dari Cirebon arah Brebes, sudah macet juga. Nggak tahu berapa lamanya, ya adalah kalau empat jam,” katanya.
Selepas Pejagan, (Brexit tol) dia mengaku mengalami kemacetan berkepanjangan. Jalan utama Panatura benar-benar macet ke arah timur. “Ya, kebetulan saya nyetir kurang paham kalau harus putar sana-sini. Saya cuma mengikuti arahan polisi, ternyata luar biasa macetnya di wilayah Brebes,” ujarnya.
Brebes ke arah timur, seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, malam itu seperti bertambah padat saja.
“Macet kok sepanjang jalan, beberapa kali seperti istirahat parkir di tengah jalan,” ungkapnya.
Karena begitu padatnya jalur pantura dan adanya kemacetan-kemacetan, dia baru bisa mencapai Semarang, menjelang pukul 04.00. “Alhamdulillah, bisa sahur di Semarang,” ujarnya sambil menjelaskan, kalau dihitung, Cirebon – Semarang, harus ditempuh selama 14 jam.
Ia pun melanjutkan perjalanan ke arah selatan, arah Solo. Namun, arah ini juga sudah padat sekali. “Saya pukul 06.00 ambil istirahat dulu di Bawen, capek dan takut ngantuk,” katanya.
(win)
