Kawasan Jl. Raya Dewi Sartika yang dilarang adanya pasar kaget di malam lebaran atau takbiran di Kota Depok. (anton)
INDOPOST, DEPOK – Masyarakat dan pedagang Kaki-5 yang ingin
mencari tambahan lebaran setiap tahun dengan membuka lapak di pinggir
jalan maupun menutup badan jalan di Kota Depok untuk tahun 2016 ini
terpaksa ‘gigit jari’ atau hilang.
Pasalnya, tim gabungan Pemkot Depok telah memberikan instruksi agar kegiatan tersebut ditiadakan baik di Jalan Raya Sejajar rel Stasiun Depok Baru terlebih di Jl. Raya Dewi Sartika.
“Kami berharap ada kebijaksanaan untuk mencari rezeki satu hari sebelum lebaran apalagi kegiatan ini hampir setiap tahun di malam takbiran atau lebaran berlangsung,” kata Nyonya Uni, pedagang pakaian di Pasar Depok Lama, Depok, Senin (4/7).
Informasi dan pemberitahuan larangan pedagang kaki-5 membuka pasar kaget berjualan di pinggir jalan atau bahkan menutup badan Jl. Raya Dewi Sartika memang sudah ada melalui beberapa spanduk larangan di sepanjangan jalan tersebut.
Menurut dia, mungkin kalau untuk menutup badan Jl. Raya Dewi Sartika tentunya banyak dikeluhkan masyarakat atau pemakai kendaraan akibat terjadi kemacetan panjang baik dari arah Jl. Raya Margonda, Jl. Raya sersan Aning, Jl. Raya Kartini, Jl. Raya Sawangan (Muchtar) dan Jl. Raya Nusantara (Depok I).
Kalau di pinggir Jl. Raya Baru Sejajar Rel Stasiun Depok Baru diharapkan boleh membuka lapak karena dinilai tak banyak mengganggu jika membuka usaha di kawasan itu. “Kalau dulu memang praktis Jl. Raya Dewi Sartika selalu ditutup untuk lapak pedagang Kaki-5 berjualan tapi kami berharap ada kebijaksanaan membuka lapak di Jl. Raya sejajar rel Stasiun Depok Baru,” tuturnya.
Lebih Baik Takbir
Larangan membuka lapak untuk pasar kaget yang hampir setiap tahun khususnya di malam lebaran atau takbiran dilakukan dengan cara menutup salah satu ruas jalan utama di Depok atau Jl. Raya Dewi Sartika kemungkinan ditiadakan selain sangat mengganggu kenyamanan pemakai kendaraan dan terjadi kemacetan parah juga lebih memfokuskan masyarakat Kota Depok untuk bertakbir di musolah maupun masjid terdekat.
“Malam Takbiran atau Idul Fitri maupun lebaran seharusnya dipergunakan umat muslim untuk banyak berdoa dan menyembut nama Allah SWT karena telah berhasil memenangkan pertarungan dalam menjalankan ibadah puasa selama 30 hari,” kata Walikota Depok Muhammad Idris.
Sekarang ini, tambah dia, harus melihat perkembangan, situasi dan kondisi kepadatan arus lalu lintas dan kemacetan yang terjadi hampir setiap hari. Jumlah pemilik kendaraan terus bertambah jika pedagang seenaknya buka lapak baik hari biasa maupun di malam takbiran tentunya bakal dikeluhkan masyarakat banyak khususnya pengguna jalan.
Ruas jalan di Kota Depok tak bertambah dan kepadatan kendaraan semakin parah jika ada satu ruas jalan yang tertutup atau penuh dengan pedagang bakal membawa dampak ke sejumlah jalan lainnya, tuturnya yang mengakui informasi larangan membuka pasar kaget memang sudah disebar di setiap sudut Jl. Raya Dewi Sartika dan sekitarnya.
Ratusan petugas dari tim gabungan baik Satpol PP Kota Depok, Polres Depok maupun Kodim 0508 Depok dikerahkan untuk menjaga keamanan, ketenangan dan kelancaran di malam takbiran di seluruh wilayah Kota Depok.
(win)
Pasalnya, tim gabungan Pemkot Depok telah memberikan instruksi agar kegiatan tersebut ditiadakan baik di Jalan Raya Sejajar rel Stasiun Depok Baru terlebih di Jl. Raya Dewi Sartika.
“Kami berharap ada kebijaksanaan untuk mencari rezeki satu hari sebelum lebaran apalagi kegiatan ini hampir setiap tahun di malam takbiran atau lebaran berlangsung,” kata Nyonya Uni, pedagang pakaian di Pasar Depok Lama, Depok, Senin (4/7).
Informasi dan pemberitahuan larangan pedagang kaki-5 membuka pasar kaget berjualan di pinggir jalan atau bahkan menutup badan Jl. Raya Dewi Sartika memang sudah ada melalui beberapa spanduk larangan di sepanjangan jalan tersebut.
Menurut dia, mungkin kalau untuk menutup badan Jl. Raya Dewi Sartika tentunya banyak dikeluhkan masyarakat atau pemakai kendaraan akibat terjadi kemacetan panjang baik dari arah Jl. Raya Margonda, Jl. Raya sersan Aning, Jl. Raya Kartini, Jl. Raya Sawangan (Muchtar) dan Jl. Raya Nusantara (Depok I).
Kalau di pinggir Jl. Raya Baru Sejajar Rel Stasiun Depok Baru diharapkan boleh membuka lapak karena dinilai tak banyak mengganggu jika membuka usaha di kawasan itu. “Kalau dulu memang praktis Jl. Raya Dewi Sartika selalu ditutup untuk lapak pedagang Kaki-5 berjualan tapi kami berharap ada kebijaksanaan membuka lapak di Jl. Raya sejajar rel Stasiun Depok Baru,” tuturnya.
Lebih Baik Takbir
Larangan membuka lapak untuk pasar kaget yang hampir setiap tahun khususnya di malam lebaran atau takbiran dilakukan dengan cara menutup salah satu ruas jalan utama di Depok atau Jl. Raya Dewi Sartika kemungkinan ditiadakan selain sangat mengganggu kenyamanan pemakai kendaraan dan terjadi kemacetan parah juga lebih memfokuskan masyarakat Kota Depok untuk bertakbir di musolah maupun masjid terdekat.
“Malam Takbiran atau Idul Fitri maupun lebaran seharusnya dipergunakan umat muslim untuk banyak berdoa dan menyembut nama Allah SWT karena telah berhasil memenangkan pertarungan dalam menjalankan ibadah puasa selama 30 hari,” kata Walikota Depok Muhammad Idris.
Sekarang ini, tambah dia, harus melihat perkembangan, situasi dan kondisi kepadatan arus lalu lintas dan kemacetan yang terjadi hampir setiap hari. Jumlah pemilik kendaraan terus bertambah jika pedagang seenaknya buka lapak baik hari biasa maupun di malam takbiran tentunya bakal dikeluhkan masyarakat banyak khususnya pengguna jalan.
Ruas jalan di Kota Depok tak bertambah dan kepadatan kendaraan semakin parah jika ada satu ruas jalan yang tertutup atau penuh dengan pedagang bakal membawa dampak ke sejumlah jalan lainnya, tuturnya yang mengakui informasi larangan membuka pasar kaget memang sudah disebar di setiap sudut Jl. Raya Dewi Sartika dan sekitarnya.
Ratusan petugas dari tim gabungan baik Satpol PP Kota Depok, Polres Depok maupun Kodim 0508 Depok dikerahkan untuk menjaga keamanan, ketenangan dan kelancaran di malam takbiran di seluruh wilayah Kota Depok.
(win)
