buruh pabrik (ist)
INDOPOST, PEKAN BARU - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2018 sebesar Rp 2.464.154,06. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 8,71 persen dibandingkan tahun ini.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Riau Rasyidin Siregar kepada Radio Republik Indonesia, Kamis (2/11/2017).
Dia mengatakan kenaikan upah tahun depan sudah sesuai dengan regulasi terkait yaitu PP 78/2015 tentang pengupahan.
"Penetapan nilai upah 2017 ini sudah memerhatikan pertumbuhan PDB dan inflasi nasional, serta surat edaran Menaker tentang juknis PP 78/2015," katanya.
Menurutnya, pengesahan upah 2018, sudah disepakati bersama antara pemda, serikat buruh atau pekerja, dan kalangan pengusaha. Artinya nilai upah yang ditetapkan itu merupakan kesepakatan bersama antar pihak, dan akan dilaksanakan mulai awal tahun depan.
Dia juga mengatakan meski pertumbuhan ekonomi Riau tidak setinggi nasional, pengusaha tetap menyepakati nilai upah 2018. "Kenaikan 8,71% itu sudah angka terbaik bagi semua pihak, dan prinsipnya pengusaha sepakat serta berkomitmen menjalankannya," katanya.
Sedangkan upah sektoral, serta upah minimum kabupaten kota, pihaknya meminta pemda setempat serta pihak terkait agar dapat mematuhi regulasi acuan yaitu PP 78/2015.
"Makanya diinstruksikan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk segera menetapkan UMK untuk tahun 2018 secepatnya," harapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau, Wijatmoko Rah Trisno menyatakan kesepakatan dengan nilai upah Riau tahun depan.
"Kami dari Apindo mewakili pengusaha, sudah sepakat dengan nilai UMP Riau 2018," katanya.
Angka upah 2018 sudah berdasarkan hitungan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Beberapa pertimbangan besaran angka pertumbuhan itu juga didasarkan pada lesunya ekonomi daerah itu sejak awal tahun ini.
Ekonomi Riau tercatat hanya tumbuh 2,82% di triwulan pertama, sedangkan 2016 lalu ekonomi Riau hanya tumbuh 2,74%.
"Kami mengapresiasi kesepakatan bersama ini, karena mendorong iklim dunia kerja dan industri di Riau kian kondusif," katanya.
(ts/indo)
