Ketua Umum Gerakan Patriot Muda NTT, Wilfrid Yons Ebiet
INDOPOST, JAKARTA - Drama kasus e-KTP yang menjerat Ketua DPR RI Setya Novanto ternyata penuh liku. Pasalnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipaksa kerja ekstra keras untuk menjerat wakil rakyat dari Daerah Pemilihan II Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Kalah di praperadilan belum lama ini, KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP. Dua kali melayangkan panggilan, namun Ketua DPR ini mangkir hingga berbuntut kecelakaan di kawasan Permata Hijau Jakarta Barat.
Mencermati drama yang demikian panjang, Ketua Umum Organisasi Pemuda Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT), Wilfrid Yons Ebiet menilai sikap Setya Novanto tidak ksatria dan mempermalukan orang NTT.
Menurut dia, perilaku Setya Novanto merusak nama baik NTT di kanca nasional.
"Perilaku Setya Novanto tidak hanya mempermalukan, tetapi beliau juga melucuti dan meruntuhkan kewibawaan lembaga DPR", ujar Ebiet di Jakarta, Sabtu, (18/11/2017)
Selain itu, lanjut dia, lembaga DPR sebagai institusi terhormat di republik ini juga dibuat tercoreng akibat ulahnya.
"Sebagai orang NTT kami mengecam perilaku tidak etis dari Setya Novanto yang merupakan representasi suara rakyat NTT," tegasnya.
Lanjut dia, mangkirnya Setnov dari Panggilan KPK ditengarai sebagai bukti bahwa dia tidak punya niat baik untuk membersihkan proses hukum sedang menjeratnya. Beliau harusnya berjiwa besar mendatangi KPK dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sikap kenegarawanan beliau yang kita butuhkan untuk menuntaskan kasus hukumnya. Ebiet menilai, perilaku Setnov yang selalu merekayasa setiap kejadian ketika hendak dipanggil KPK adalah contoh perilaku paling buruk dan busuk yang tidak patut dipertontonkan kepada publik Indonesia.
"Oleh karena itu, saya atas nama Garda NTT mengecam dengan keras perilaku tidak beradab dan mendesak agak KPK segera menangkap Setya Novanto tanpa harus menunggu kesembuhannya. Karena sakit yang dialami adalah skenario kelicikan yang dibuat untuk menghindari proses hukum yang sedang berjalan", pungkas Ketua Pemuda NTT ini.
(mb/indo)
