Calon presiden dari Partai Republik Donald John Trump minta maaf ke
publik Amerika Serikat setelah rekaman suaranya yang mengaku berbuat
asusila pada wanita di masa lalu bocor. Foto/REUTERS/Mike Segar
INDOPOST, NEW YORK - Calon presiden (capres)
Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald John Trump, meminta
maaf pada publik di negaranya. Musababnya, rekaman berisi komentar
pengakuannya telah bertindak asusila pada wanita bersuami di masa lalu
telah bocor.
Rekaman pengakuan Trump yang memicu kemarahan publik AS diketahui dibuat tahun 2005. Dalam rekaman tersebut, Trump berkomentar bahwa dia bertindak tidak pantas dengan wanita yang sudah menikah.
Bocornya rekaman itu menjadi “pukulan” bagi Trump. Sebab, selama ini capres Partai Republik itu menyerang rivalnya dari Partai Demokarat, Hillary Rodham Clinton, perihal skandal asusila sang suami Bill Clinton (mantan presiden AS).
”Saya tidak pernah mengatakan saya adalah orang yang sempurna, atau berpura-pura menjadi seseorang, saya bukan (seperti itu),” kata Trump.
“Saya sudah mengatakan dan melakukan hal-hal yang saya sesali dan kata-kata yang dirilis hari ini di video yang berusia lebih dari satu dekade adalah salah satunya. Siapapun yang mengenal saya, tahu kata-kata ini tidak mencerminkan siapa saya. Saya mengatakan, saya salah dan saya minta maaf,” ujar Trump, seperti dikutip Russia Today.
Dia melanjutkan, bahwa rekaman itu sebagai gangguan dari isu-isu penting yang dihadapi pada saat ini. ”Bill Clinton benar-benar menyalahgunakan perempuan dan Hillary telah diganggu, diserang, malu dan mengintimidasi korbannya,” ujarnya. ”Sampai jumpa di debat pada hari Minggu,” imbuh capres yang juga miliarder Amerika ini.
Dalam rekaman yang sudah bocor ke publik, Trump berbicara bahwa dia meraba-raba dan berhubungan seks dengan wanita yang sudah menikah. ”Saya mencoba dan mencumbunya. Dia sudah menikah,” bunyi suara Trump di rekaman mengacu pada seorang wanita tak dikenal.
“Saya harus menggunakan beberapa taktik, hanya dalam kasus di mana saya mulai menciumnya. Anda tahu saya otomatis tertarik pada yang cantik. Saya hanya mulai mencium mereka. Ini seperti magnet. Hanya ciuman. Saya bahkan tidak menunggu,” lanjut suara Trump dalam rekaman.
Bocornya rekaman itu jadi amunisi bagi Hillary Clinton untuk menyerang Trump. Dia menulis telah kecamannya di Twitter. ”Ini mengerikan. Kita tidak bisa membiarkan orang ini untuk menjadi presiden,” tulis Hillary via akun Twitter-nya, @HillaryClinton, yang dikutip Minggu (9/10/2016).
Rekaman pengakuan Trump yang memicu kemarahan publik AS diketahui dibuat tahun 2005. Dalam rekaman tersebut, Trump berkomentar bahwa dia bertindak tidak pantas dengan wanita yang sudah menikah.
Bocornya rekaman itu menjadi “pukulan” bagi Trump. Sebab, selama ini capres Partai Republik itu menyerang rivalnya dari Partai Demokarat, Hillary Rodham Clinton, perihal skandal asusila sang suami Bill Clinton (mantan presiden AS).
”Saya tidak pernah mengatakan saya adalah orang yang sempurna, atau berpura-pura menjadi seseorang, saya bukan (seperti itu),” kata Trump.
“Saya sudah mengatakan dan melakukan hal-hal yang saya sesali dan kata-kata yang dirilis hari ini di video yang berusia lebih dari satu dekade adalah salah satunya. Siapapun yang mengenal saya, tahu kata-kata ini tidak mencerminkan siapa saya. Saya mengatakan, saya salah dan saya minta maaf,” ujar Trump, seperti dikutip Russia Today.
Dia melanjutkan, bahwa rekaman itu sebagai gangguan dari isu-isu penting yang dihadapi pada saat ini. ”Bill Clinton benar-benar menyalahgunakan perempuan dan Hillary telah diganggu, diserang, malu dan mengintimidasi korbannya,” ujarnya. ”Sampai jumpa di debat pada hari Minggu,” imbuh capres yang juga miliarder Amerika ini.
Dalam rekaman yang sudah bocor ke publik, Trump berbicara bahwa dia meraba-raba dan berhubungan seks dengan wanita yang sudah menikah. ”Saya mencoba dan mencumbunya. Dia sudah menikah,” bunyi suara Trump di rekaman mengacu pada seorang wanita tak dikenal.
“Saya harus menggunakan beberapa taktik, hanya dalam kasus di mana saya mulai menciumnya. Anda tahu saya otomatis tertarik pada yang cantik. Saya hanya mulai mencium mereka. Ini seperti magnet. Hanya ciuman. Saya bahkan tidak menunggu,” lanjut suara Trump dalam rekaman.
Bocornya rekaman itu jadi amunisi bagi Hillary Clinton untuk menyerang Trump. Dia menulis telah kecamannya di Twitter. ”Ini mengerikan. Kita tidak bisa membiarkan orang ini untuk menjadi presiden,” tulis Hillary via akun Twitter-nya, @HillaryClinton, yang dikutip Minggu (9/10/2016).
(mas/indo)
