Presiden Republik Ceko, Milos
Zeman
INDOPOST, PRAHA - Presiden Republik Ceko, Milos
Zeman, angkat suara terkait krisis berkepanjangan di Suriah.
Menurutnya, jika kebijakan Amerika Serikat (AS) di Suriah berakhir
dengan sebuah kegagalan, itu semata-mata akan menjadi kesalahan
Washington.
"Tidak ada yang secara resmi mengundang AS di Suriah. Dan jika misi mereka gagal, yang ada hanya kesalahan mereka sendiri," kata Zeman dalam sebuah wawancara dengan media online Parlamentni Listy seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (8/10/2016).
Zeman mencatat bahwa kesepakatan gencatan senjata hanya bisa didapatkan dengan kelompok oposisi moderat, tapi tidak dengan kelompok-kelompok Islam. Namun, tidak seperti pihak AS yang percaya pada keberadaan oposisi moderat Suriah, Zeman mengatakan ia percaya hanya ada kelompok radikal di Suriah.
Zeman juga menekankan bahwa kampanye anti teror Rusia di Suriah ada sah karena pemerintah Suriah yang meminta bantuan kepada Moskow.
Suriah terperosok dalam perang saudara sejak 2011, dengan munculnya sejumlah faksi oposisi dan kelompok-kelompok teroris Islamis seperti ISIS dan Front al-Nusra, sekarang dikenal sebagai Jabhat Fateh al Sham. Mereka berperang melawan tentara Suriah.
Sebuah koalisi internasional yang dipimpin AS juga telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah sejak 2014, tanpa meminta persetujuan dari Dewan Keamanan PBB atau pemerintah Suriah. Rusia pun telah melakukan kampanye udara terhadap teroris di Suriah sejak 30 September 2015 setelah mendapat permintaan Presiden Suriah Bashar Assad.
"Tidak ada yang secara resmi mengundang AS di Suriah. Dan jika misi mereka gagal, yang ada hanya kesalahan mereka sendiri," kata Zeman dalam sebuah wawancara dengan media online Parlamentni Listy seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (8/10/2016).
Zeman mencatat bahwa kesepakatan gencatan senjata hanya bisa didapatkan dengan kelompok oposisi moderat, tapi tidak dengan kelompok-kelompok Islam. Namun, tidak seperti pihak AS yang percaya pada keberadaan oposisi moderat Suriah, Zeman mengatakan ia percaya hanya ada kelompok radikal di Suriah.
Zeman juga menekankan bahwa kampanye anti teror Rusia di Suriah ada sah karena pemerintah Suriah yang meminta bantuan kepada Moskow.
Suriah terperosok dalam perang saudara sejak 2011, dengan munculnya sejumlah faksi oposisi dan kelompok-kelompok teroris Islamis seperti ISIS dan Front al-Nusra, sekarang dikenal sebagai Jabhat Fateh al Sham. Mereka berperang melawan tentara Suriah.
Sebuah koalisi internasional yang dipimpin AS juga telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah sejak 2014, tanpa meminta persetujuan dari Dewan Keamanan PBB atau pemerintah Suriah. Rusia pun telah melakukan kampanye udara terhadap teroris di Suriah sejak 30 September 2015 setelah mendapat permintaan Presiden Suriah Bashar Assad.
(ian/indo)
