Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, marah-marah menuntut
agar Rusia Suriah diselidiki atas dugaan pelanggaran perang di Suriah.
Foto/REUTERS/Kevin Lamarque
INDOPOST, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri
Amerika Serikat (AS) John Kerry menuntut agar Rusia dan Suriah
diselidiki atas dugaan melakukan kejahatan perang dalam aksi militer di
Suriah. Kerry secara khusus menyoroti pengeboman terhadap sejumlah rumah
sakit di Suriah.
”Semalam, rezim (Suriah) menyerang rumah sakit, 20 orang tewas dan 100 orang lainnya terluka. Rusia, dan rezim, berutang pada dunia untuk menjelaskan mengapa mereka terus menggempur rumah sakit dan fasilitas medis, anak-anak dan perempuan ,” kata John Kerry kepada wartawan sebelum pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault.
”Ini adalah tindakan yang mengemis untuk penyelidikan yang tepat atas kejahatan perang dan mereka yang melakukan ini harus bertanggung jawab atas tindakannya,” lanjut Kerry, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/10/2016).
Pihak Moskow dan Damaskus menegaskan jet-jet Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia, menargetkan militan di Aleppo timur setelah kelompok jihadis mengambil kontrol sejumlah wilayah dan melanggar kesepakatan untuk penghentian permusuhan.
Menteri Luar Negeri Suriah, Sergei Lavrov mengutip data PBB memperkirakan jumlah militan di Aleppo timur antara enam dan 8 ribu. Setengah dari jumlah itu milik kelompok Al-Nusra.
Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, secara pribadi menawarkan untuk mengawal militan keluar dari Aleppo.
”Jika Anda (Al-Nusra) memutuskan untuk meninggalkan wilayah (Aleppo) secara bermartabat dengan senjata Anda, untuk yang Idlib atau di mana pun Anda ingin pergi, saya pribadi sudah siap, siap secara fisik, untuk menemani Anda,” katanya.
”Semalam, rezim (Suriah) menyerang rumah sakit, 20 orang tewas dan 100 orang lainnya terluka. Rusia, dan rezim, berutang pada dunia untuk menjelaskan mengapa mereka terus menggempur rumah sakit dan fasilitas medis, anak-anak dan perempuan ,” kata John Kerry kepada wartawan sebelum pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault.
”Ini adalah tindakan yang mengemis untuk penyelidikan yang tepat atas kejahatan perang dan mereka yang melakukan ini harus bertanggung jawab atas tindakannya,” lanjut Kerry, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/10/2016).
Pihak Moskow dan Damaskus menegaskan jet-jet Suriah yang didukung oleh Angkatan Udara Rusia, menargetkan militan di Aleppo timur setelah kelompok jihadis mengambil kontrol sejumlah wilayah dan melanggar kesepakatan untuk penghentian permusuhan.
Menteri Luar Negeri Suriah, Sergei Lavrov mengutip data PBB memperkirakan jumlah militan di Aleppo timur antara enam dan 8 ribu. Setengah dari jumlah itu milik kelompok Al-Nusra.
Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, secara pribadi menawarkan untuk mengawal militan keluar dari Aleppo.
”Jika Anda (Al-Nusra) memutuskan untuk meninggalkan wilayah (Aleppo) secara bermartabat dengan senjata Anda, untuk yang Idlib atau di mana pun Anda ingin pergi, saya pribadi sudah siap, siap secara fisik, untuk menemani Anda,” katanya.
(mas/indo)
