# Group 1 User-agent: Googlebot Disallow: /nogooglebot/ # Group 2 User-agent: * Allow: / Sitemap: https://www.infiltrasi.com/sitemap.xml
Latest News
Sunday, October 9, 2016

Mengapa Anies Membela Buni Yani dan Menyalahkan Ahok ?



Penulis: Birgaldo Sinaga



Tahapan Pilkada DKI belum masuk penetapan calon, namun tensi persaingan merebut suara pemilih sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.  Pasalnya video Ahok sedang berpidato di Kepulauan Seribu diplintir oleh seorang netizen bernama Buni Yani. Lalu disebarkan.

Buni Yani haters Ahok mengedit video rekaman berdurasi 1 jam 40 menit itu menjadi sepenggal cuplikan video 30 detik. Video 30 detik itu dibumbui narasi teks palsu yang berbeda dengan apa yang diucapkan Ahok.

Postingan Buni Yani menjadi viral. Ribuan netizen menshare video editan itu. Ribuan orang yang tidak menangkap utuh pesan Ahok balik marah dan mencap Ahok melukai dan mencederai perasaan sebagian umat muslim.

Polemik baru muncul di tengah seruan damai dan kecerian festival demokrasi yang di koar koarkan Anies Baswedan saat ikut test kesehatan pada 24 September lalu. Anies mengingatkan ruang kontestasi demokrasi adalah festival keceriaan dan kegembiraan demokrasi.

Sayangnya, pesan damai, tenang, ceria dan gembira itu di lukai dengan maksud buruk dari Buni Yani pendukungnya sendiri yang memelintir video itu.

Buni memenggal dan membuat teks yang tidak sesuai dengan rekaman. Niat busuk dan niat jahat Buni Yani begitu nampak kasat mata. Apalagi kalau bukan untuk membuat publik terbakar emosinya.

Seruan Buni Yani jelas untuk menghasut publik agar marah dan membenci Ahok. Buni Yani sang pemelintir video ternyata bagian dari pendukung dan relawan Anies Baswedan. Ada hubungan kedekatan di antara mereka karena sama sama alumni Amerika.

Postingan Buni Yani jauh sebelumnya, selalu berisi status negatif dan buruk tentang Ahok. Terasa kental kebencian Buni Yani kepada Ahok seperti terbaca di postingan postingannya selama ini. Pokoknya apapun yang dikerjakan Ahok selalu buruk di matanya.

Apa sikap Anies atas perilaku pendukungnya itu? Anies yang sekarang berambisi berkuasa dan ingin menjadi penguasa bukannya menjewer kuping Buni Yani, Anies malah menyalahkan Ahok dan meminta Ahok introspeksi.

Anies yang mengklaim dirinya sang intelektual pencerah itu akhirnya ketahuan aslinya. Jika dulu Anies menuduh Prabowo dibackup mafia dan bagian dari masa lalu yang punya beban Orde Baru, kini Anies melakukan hal yang sama dalam bermain kata kata. Lidah memang tidak bertulang. Ludah memang tidak beracun jika dijilat kembali.

Anies ngeles atas cibiran penggemarnya yang menyayangkan pilihannya pindah dalam pelukan Prabowo dan PKS. Ia benar benar membuat penggemarnya terperanjat. Anies begitu mudah menjilat ludahnya kembali demi ambisi menjadi penguasa.

Mengapa Anies tidak menegur Buni Yani yang jelas punya niat jahat dalam melempar video editan itu? Mengapa Anies buta atas fakta bahwa pendukung dan relawannyalah yang membakar emosi publik dengan video editan itu? Punya niat jahat. Punya maksud terselibung.

Atau jangan jangan Buni Yani memang bagian dari kerja politik Anies dalam membakar emosi publik hingga kebencian publik meledak? Wajar publik bertanya tanya karena Anies membela Buni Yani dan menyalahkan Ahok.

Padahal jelas jelas Komisioner Bawaslu Nasrullah bilang tidak ada yang salah dari isi pidato Ahok itu. Biasa saja. Ahok malah mengajak agar pilkada berlangsung damai dan jangan pake Sara.

Banyak ulama juga berpendapat tidak ada maksud Ahok merendahkan kitab suci Alquran. Orang yang memanfaatkan ayat ayat suci itu untuk syahwat politik kekuasaan itulah yang dimaksud Ahok. Bukan ayat ayat suci itu yang salah.

Tapi demi ambisi berkuasa Anies telah kehilangan akal sehat. Akal sehatnya menjadi keruh. Tidak jernih lagi. Nuraninya lenyap hilang. Nalarnya menjadi tumpul. Anies Pura pura tidak tahu dan masa bodoh meskipun memang tidak ada sama sekali kesalahan isi pidato Ahok itu seperti pendapat banyak ulama. Yang penting Ahok dibenci dan kalah.

Ahhh semakin lama siapa sesungguhnya Anies semakin tampak kedok topengnya. Bermuka dua.Rangkaian kata manis seperti sari gula dari Anies tentang tenun kebangsaan hanyalah omong kosong belaka.

Anies bukannya menjadi penyejuk dalam merawat tenunan kebangsaan itu. Anies malah menuding Ahok yang salah dan harus introspeksi diri.

Jadi teringat saat wajah Anies tertekuk diam seribu bahasa. Wajah Anies tampak datar saat berdiri di depan Prabowo yang terbahak bahak mendengar puisi sampah Si Tukang Gusur Fadli Zon yang dibacakan saat pengumuman dirinya menjadi cagub Gerindra dan PKS.

Anies diam dan mendiamkan puisi sampah murahan itu meluncur bebas dari mulut Fadli Zon murid kesayangan Prabowo. Padahal Anies selalu mengajak agar orang baik tidak diam dan mendiamkan orang jahat tampil.

Sejak aksi diamnya membiarkan puisi sampah Fadli terucap, Anies bagi banyak orang hanyalah pemain watak sandiwara yang tidak lebih hanya punya kemampuan memainkan kata kata. Bukan melaksanakan kata kata. Jadi mirip dan serupa dengan motivator terkenal yang punya masalah dengan anaknya itu.

Rasanya hujan malam ini membikin malam semakin dingin. Angin kencang semakin membuat cuaca serasa membeku. Sebeku hati Anies yang membiarkan pendukungnya bersorak sorai, gegap gempita karena Anies berpihak dan membela Buni Yani dan para pendukungnya.

Anies tutup mata bahwa Buni Yani pendukungnya berupaya menumbuhkan atmosfir kebencian. Pendukungnya punya niat mengoyak tenun kebangsaan.

Bagi saya semua kata kata indah menawan Anies hanyalah balutan kepalsuan belaka. Kepalsuan diri yang kini hambar tidak punya roh karena raga dan lidah kehilangan jiwa. Semua demi ambisi kekuasaan saja.

 
Salam Perjuangan...!!!
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Mengapa Anies Membela Buni Yani dan Menyalahkan Ahok ? Rating: 5 Reviewed By: Infiltrasi