Juru bicara tim pemenangan Ahok, Ansy Lema
INDOPOST, JAKARTA - Juru bicara tim pemenangan Ahok, Ansy Lema mengatakan apa yang disampaikan ibu Megawati dalam momentum mendidik para kader pemimpin yang berasal dari Partai PDIP ini bahwa sesuatu yang dikatakannya adalah politik values (nilai) bukan politik fulus.
Hal itu dikatakan Ansy dalam dialog prime news CNN TV menanggapi pidato politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ketika berpidato pada momentum sekolah politik beberapa waktu lalu.
"Megawati adalah seorang negarawan. Ibu Mega selama ini menjadi penjaga roh PDI Perjuangan. Artinya, apa yang disampaikan ibu Mega adalah politik Values (nilai), bukan politik fulus," ungkap Ansy, Rabu, (07/09/2016)
Lanjut Ansy, yang dikatakan ibu Mega itu ditujukan untuk seluruh kadernya dan juga calon kepala daerah. Terkait mahar yang menjadi perbincangan hangat publik tanah air, Ansy menepis tudingan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah membicarakan soal mahar terkait partai yang mengusungnya pada pilgub 2017 nanti.
Baca: Direktur Riset LSPI Prediksi Skandal Affair Sandiaga Uno dengan Artis Akan Mempengaruhi Persepsi Warga DKI
Baca: Direktur Riset LSPI Prediksi Skandal Affair Sandiaga Uno dengan Artis Akan Mempengaruhi Persepsi Warga DKI
"Pak Ahok hanya mengatakan bahwa partai politik di Indonesia belum sepenuhnya lepas dari politik transaksional. Sebenarnya yang mengatakan ini bukan hanya pak Ahok. Banyak pihak bahkan kader-kader partai sendiri yang mengatakan itu. Apalagi para pengamat politik, pasti mengatakan itu. Ketika itu ditanyakan, Pak Ahok mengkonfirmasi bahwa itu tidak dilakukan partai PDIP ," tegasnya.
Sementara itu dalam pidato politiknya belum lama ini, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberi penegasan bahwa partainya tidak pernah meminta mahar kepada calon-calon kepala daerah.
"Jadi harus tahu, jangan asal mau jadi bupati, jadi walikota tapi sepeserpun enggak mau nyumbang. Aneh! Terus kita ini dibully, diputar, bahwa sepertinya kita ini juga minta mahar dan sebagainya," ujar Mega.
(mb/indo)
