ilustrasi
INDOPOST, SURABAYA – Petualangan trio perompak Hari Susanto,
20, Fathur Rozzi, 20, dan Agus Turiantoro, 36, yang kerap beroperasi di
Selat Madura berakhir ditangan petugas Direktorat Kepolisian Perairan
(Ditpolair) Polda Jatim.
Kawanan bajak laut ini diringkus di perairan Gresik dalam penyergapan yang berlangsung dramatis, kemarin. Kepala Satuan (Kasat) Polair Polda Jatim, AKBP Heru Prasetyo mengatakan, tiga perompak tersebut jadi target operasi sejak lama. Mereka mengincar kapal-kapal kargo yang beroperasi di perairan Surabaya dan sekitarnya hingga ditakuti awak kapal.
”Mereka tak segan-segan melukai korbannya,” ungkap Heru kepada wartawan.
Penyergapan ini berawal dari laporan mengenai adanya perompakan di perairan Jawa Timur. Ciri-cirinya, tiga perompak menggunakan perahu motor kecil. Berbekal dari laporan itu, petugas Ditpolair menggunakan kapal dengan nomor KPX-1013 segera melakukan patroli.
Aksi Kejar-Kejaran
Di sekitar perairan Gresik, petugas berhasil menemukan kapal yang mirip dengan milik pelaku. Namun, saat akan didekati dan diminta berhenti, perahu motor kecil itu justru mempercepat lajunya. Tiga orang di perahu motor tersebut juga terlihat membuang beberapa barang ke laut. Belakangan diketahui barang tersebut merupakan barang curian yang baru diambil dari sebuah kapal kargo di sekitar perairan Surabaya.
Polisi melepaskan tembakan peringatan, namun trio perompak berusaha kabur. Kejar-kejaran pun terjadi, petugas menabrak kapal pelaku. Kapal milik TNI-AL yang sedang beroperasi di perairan tersebut juga membantu. Ketiga perompak dibekuk dan digiring ke Markas Ditpolair Polda Jatim.
“Dua di antara tiga pelaku, Agus dan Hari, merupakan residivis. Keduanya pernah ditangkap anggota Ditpolair Polda Jatim pada 2010 dalam kasus perompakan kontainer berisi sepatu karet proyek,” terang Heru.
(haryono/indo)
Kawanan bajak laut ini diringkus di perairan Gresik dalam penyergapan yang berlangsung dramatis, kemarin. Kepala Satuan (Kasat) Polair Polda Jatim, AKBP Heru Prasetyo mengatakan, tiga perompak tersebut jadi target operasi sejak lama. Mereka mengincar kapal-kapal kargo yang beroperasi di perairan Surabaya dan sekitarnya hingga ditakuti awak kapal.
”Mereka tak segan-segan melukai korbannya,” ungkap Heru kepada wartawan.
Penyergapan ini berawal dari laporan mengenai adanya perompakan di perairan Jawa Timur. Ciri-cirinya, tiga perompak menggunakan perahu motor kecil. Berbekal dari laporan itu, petugas Ditpolair menggunakan kapal dengan nomor KPX-1013 segera melakukan patroli.
Aksi Kejar-Kejaran
Di sekitar perairan Gresik, petugas berhasil menemukan kapal yang mirip dengan milik pelaku. Namun, saat akan didekati dan diminta berhenti, perahu motor kecil itu justru mempercepat lajunya. Tiga orang di perahu motor tersebut juga terlihat membuang beberapa barang ke laut. Belakangan diketahui barang tersebut merupakan barang curian yang baru diambil dari sebuah kapal kargo di sekitar perairan Surabaya.
Polisi melepaskan tembakan peringatan, namun trio perompak berusaha kabur. Kejar-kejaran pun terjadi, petugas menabrak kapal pelaku. Kapal milik TNI-AL yang sedang beroperasi di perairan tersebut juga membantu. Ketiga perompak dibekuk dan digiring ke Markas Ditpolair Polda Jatim.
“Dua di antara tiga pelaku, Agus dan Hari, merupakan residivis. Keduanya pernah ditangkap anggota Ditpolair Polda Jatim pada 2010 dalam kasus perompakan kontainer berisi sepatu karet proyek,” terang Heru.
(haryono/indo)
