Ribuan Agen Dinas Intelijen Turki Gentayangan Menindas Diaspora Pengikut Gulen di Jerman
INDOPOST, BERLIN - Seorang pejabat keamanan
Jerman mengatakan agen militer Turki dengan jumlah lebih besar dari dinas
rahasia Jerman Timur, Stasi, mengancam diaspora Turki Jerman. Dugaan
keberadaan mereka juga menimbulkan kontroversi terkait kerjasama
intelijen antar dua negara.
Dinas intelijen Turki, MIT, diyakini memiliki jaringan sekitar 6.000 agen yang didukung oleh sekitar 500 orang dari keturunan Turki. Mereka aktif di seluruh Jerman.
"Itu tidak lagi bermaksud untuk mengumpulkan data intelijen, tetapi sebuah penindasan yang dilakukan oleh sebuah badan intelijen. Bahkan Stasi gagal membangun agen tentara yang besar di Republik Federal," kata Kepala German Research Institute of the Peace Policy (FF) dan ahli keamanan Erich Schmidt-Eenboom seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (23/8/2016).
Laporan itu muncul karena beberapa pejabat di Berlin mengatakan bahwa agen Turki tidak hanya menindas pendukung lokal Fethullah Gulen, tetapi membuat kerjasama kontroversial dengan dinas rahasia Jerman.
"Kegiatan klandestein MIT yang luar biasa sedang terjadi di Jerman," kata seorang anggota parlemen Partai Hijau, Hans-Christian Stroebele. Ia menambahkan badan intelijen Jerman, BND, dan polisi harus merevisi kerjasama mereka dengan rekan-rekannya asal Turki. "Kalau tidak, mereka akan menghadapi bahaya terlibat dalam pelanggaran hukum (yang dilakukan oleh orang Turki)," katanya lagi.
Sedangkan ketua komite kontrol parlemen Jerman, Clemens Binninger menambahkan bahwa perkembangan terakhir di Turki tidak hanya berdampak pada situasi keamanan tetapi juga kerjasama antar badan intelijen.
Dinas intelijen Turki, MIT, diyakini memiliki jaringan sekitar 6.000 agen yang didukung oleh sekitar 500 orang dari keturunan Turki. Mereka aktif di seluruh Jerman.
"Itu tidak lagi bermaksud untuk mengumpulkan data intelijen, tetapi sebuah penindasan yang dilakukan oleh sebuah badan intelijen. Bahkan Stasi gagal membangun agen tentara yang besar di Republik Federal," kata Kepala German Research Institute of the Peace Policy (FF) dan ahli keamanan Erich Schmidt-Eenboom seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (23/8/2016).
Laporan itu muncul karena beberapa pejabat di Berlin mengatakan bahwa agen Turki tidak hanya menindas pendukung lokal Fethullah Gulen, tetapi membuat kerjasama kontroversial dengan dinas rahasia Jerman.
"Kegiatan klandestein MIT yang luar biasa sedang terjadi di Jerman," kata seorang anggota parlemen Partai Hijau, Hans-Christian Stroebele. Ia menambahkan badan intelijen Jerman, BND, dan polisi harus merevisi kerjasama mereka dengan rekan-rekannya asal Turki. "Kalau tidak, mereka akan menghadapi bahaya terlibat dalam pelanggaran hukum (yang dilakukan oleh orang Turki)," katanya lagi.
Sedangkan ketua komite kontrol parlemen Jerman, Clemens Binninger menambahkan bahwa perkembangan terakhir di Turki tidak hanya berdampak pada situasi keamanan tetapi juga kerjasama antar badan intelijen.
(ian)
