# Group 1 User-agent: Googlebot Disallow: /nogooglebot/ # Group 2 User-agent: * Allow: / Sitemap: https://www.infiltrasi.com/sitemap.xml
Latest News
Thursday, August 25, 2016

Aspirasi Indonesia Desak Ahok Segera Putuskan Pasangannya, Iryanto Djou: "So, Tinggalkan Saja PDIP"

Juru bicara Aspirasi Indonesia, Doktor Ignatius Iryanto Djou




INDOPOST, JAKARTA - Tensi politik DKI Jakarta rasanya tak kunjung turun. Eskalasi serangan dari pihak yang berseberangan baik yang mendukung maupun yang menolak Ahok saling serang dengan sejumlah argumen masing-masing. Bahkan serangan paling masif dilakukan politisi PDIP belakangan ini makin menohok sampai-sampai kambing pun dibedaki untuk diusung menjadi calon gubernur, seperti yang diungkap politisi PDIP Mashinto beberapa waktu lalu. Tak berhenti disitu, Mashinto juga mencoba berspekulasi bahwa Ahok pantas menjadi calon wakil gubernur. Hingga saat ini, PDIP masih galau untuk tentukan cagub/cawagubnya.

Mencermati fenomena yang kian panas ini, Sekjen Aspirasi Indonesia mendesak agar Ahok bersama 3 partai pendukung segera deklarasikan pendampingnya. Juru bicara Aspirasi Indonesia, Doktor Ing. Ignatius Iryanto Djou mengatakan bahwa sikap PDIP yang tidak jelas membuat masyarakat bingung dan bertanya-tanya, mau apa sebenarnya partai berlambang Banteng moncong putih ini.

"Tidak jelas PDIP mau apa di Pilkada DKI. Setelah rame dengan perang media serta memberikan signal ke publik asal bukan Ahok seluruh kader yang ceriwis dengan mesage itu diam membisu ketika ibu Mega memberi signal tetap mendukung Ahok. Golkar malah mencuri start dengan mengumumkan pasangan Ahok Jarot. Kunjungan Ahok ke PDIP awalnya memperkuat signal dari Megawati tersebut namun rupanya arogansi dari beberapa punggawa PDIP yang ingin agar publik melihat kunjungan itu sebagai bentuk "penyerahan diri" oleh Ahok. Mereka menuding Ahok datang sowan ke partai dan minta didukung, tetapi persepsi itu sirna ketika Ahok dengan tegas mengatakan dia tidak datang minta dukungan PDIP. Imbasnya, penegasan Ahok ini membuka lagi perang urat syaraf baru dengan PDIP. Para punggawa yang berada dalam kelompok nyinyir itu, mulai lagi mendiskreditkan Ahok dengan macam macam bentuk dan isi kalimat sampah. Jelas ini pembangkangan dari perintah ketua umum," ujar Ignas, Kamis (25/08/2016)

Lebih lanjut doktor sinar laser jebolan Jerman itu mengatakan, Hak prerogatif dalam diri Mega sama buruknya dengan hak prerogatif yang dipegang Suharto di Golkar pada masa orde baru yang merupakan cacat demokrasi dalam partai demokrasi tersebut.

"Namun lanjut Ignas, dalam iklim demokrasi yang benar pun tetap ada otoritas tanpa sifat otoriter. Otoritas ketua umum ada dalam partai dan dikelola dengan aturan-aturan yang demokratis dalam partai. Tetapi yang dilakukan oleh para punggawa ini malah mempertontonkan pembangkangan mereka kepada ketum Megawati di depan publik secara telanjang. Hanya ada dua kemungkinan disini. Ketua umum yang sudah tidak memiliki wibawa lagi atau ada orang kuat lain dalam partai yang memback-up sang ketua umum. Mungkin sudah segera datang saatnya Mega dilengserkan dari posisi ketua umum. Namun semua itu adalah urusan internal mereka," pungkas Ignas.

Demi kebaikan dimata publik kata Ignas, sebaiknya PDIP segera memutuskan dan mengumumkan posisinya di depan publik. Jika ada kader yang menganggap dirinya cerdas sudah mengatakan bahwa Ahok lebih cocok jadi wagub, dan ini adalah pandangan resmi dari partai, maka wajar saja, jika PDIP tidak lagi mendukung Ahok dan mengusung calonnya sendiri atau silahkan bergabung di koalisi kekeluargaan. Jarot layaklah menjadi wakil Sandiago Uno atau Sandi yang layak jadi wakilnya Risma. Lebih cepat lebih baik. Biar entah Sandi Jarot atau Risma Sandi segera dapat menyusun strategi pemenangan dan yang lebih penting lagi strategi membawa DKI menjadi provinsi yang aman sejahtera bagi penduduknya, tegas Ignas.

Sementara itu, Ignas mendesak agar Ahok dan teamnya sebaiknya juga segera saja memutuskan pasangannya dan mengumumkannya dengan alasan yang sama. Tidak perlu lagi menunggu-nunggu sikap PDIP. Jika PDIP punya calon yang lebih baik dan memang didukung rakyat ...yaa Ahok harus ikhlas mundur. Dan saya lihat Ahok sangat ikhlas mundur,,,karena sudah beberapa kali dia mengatakan: Penduduk Jakarta jangan memilih saya, jika ada calon yang lebih baik. Ini baru pemimpin..!! "So, lupakan saja PDIP," tutupnya.



(mb/red)
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Aspirasi Indonesia Desak Ahok Segera Putuskan Pasangannya, Iryanto Djou: "So, Tinggalkan Saja PDIP" Rating: 5 Reviewed By: Infiltrasi