Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
INDOPOST, JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama, mengklaim telah
mengantongi restu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri
untuk maju di Pilkada DKI. Syaratnya pria yang akrab disapa Ahok
menggandeng Djarot Saiful Hidayat sebagai calon wakilnya. Praktis, Ahok akan meninggalkan Heru Budi Hartono, yang sejak awal
digadang akan mendampingi di pusat demokrasi rakyat Jakarta kali ini.
Restu tersebut diungkapkan Ahok diperoleh saat dirinya bermaksud menjemput Megawati di Kantor DPP PDIP menghadiri perayaan Kemerdekaan RI di Istana Merdeka . Namun Megawati tak jadi bersama Ahok ke Istana, dan Ahok dipersilakan duluan saja. Namun mereka sempat makan empek-empek bareng saat di Kantor DPP PDIP.
“Sinyalnya, kalau PDIP berarti sama Pak Djarot. Beliau bilang kan, ‘Kalau Pak Heru kan enggak kenal, mesti mendaftar (ke PDIP),” kata Ahok di Balaikota, Rabu (17/8).
Heru adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov DKI Jakarta. Heru sebelumnya juga disebut Ahok bisa saja mendaftar menjadi kader PDIP, supaya PDIP punya representasi dalam formasi cagub-cawagub. Namun itu tak dilakukan Heru. “Pak Heru kan tidak mendaftar ke PDIP,” kata Ahok.
Menurut Ahok dalam pertemuan itu, Megawati menunjukkan kecenderungan akan mengusung bakal calon gubernur petahana.”Bu Mega kan ada tiga opsi. Tapi Bu Mega lebih cenderung (usung) petahana,” kata Ahok.
Namun, kepada Ahok, Megawati menyebut partainya membutuhkan proses untuk bisa mengusungnya kembali bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Ahok pun harus menghargai mekanisme yang ditetapkan oleh DPP PDIP. Adapun pertemuan antara Ahok dengan Megawati juga dihadiri oleh Djarot dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
(guruh/red)
Restu tersebut diungkapkan Ahok diperoleh saat dirinya bermaksud menjemput Megawati di Kantor DPP PDIP menghadiri perayaan Kemerdekaan RI di Istana Merdeka . Namun Megawati tak jadi bersama Ahok ke Istana, dan Ahok dipersilakan duluan saja. Namun mereka sempat makan empek-empek bareng saat di Kantor DPP PDIP.
“Sinyalnya, kalau PDIP berarti sama Pak Djarot. Beliau bilang kan, ‘Kalau Pak Heru kan enggak kenal, mesti mendaftar (ke PDIP),” kata Ahok di Balaikota, Rabu (17/8).
Heru adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov DKI Jakarta. Heru sebelumnya juga disebut Ahok bisa saja mendaftar menjadi kader PDIP, supaya PDIP punya representasi dalam formasi cagub-cawagub. Namun itu tak dilakukan Heru. “Pak Heru kan tidak mendaftar ke PDIP,” kata Ahok.
Menurut Ahok dalam pertemuan itu, Megawati menunjukkan kecenderungan akan mengusung bakal calon gubernur petahana.”Bu Mega kan ada tiga opsi. Tapi Bu Mega lebih cenderung (usung) petahana,” kata Ahok.
Namun, kepada Ahok, Megawati menyebut partainya membutuhkan proses untuk bisa mengusungnya kembali bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Ahok pun harus menghargai mekanisme yang ditetapkan oleh DPP PDIP. Adapun pertemuan antara Ahok dengan Megawati juga dihadiri oleh Djarot dan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
(guruh/red)
