Unjuk rasa masyarakat Papua menolak referendum
INDOPOST, JAYA PURA - Sejumlah tokoh adat asal Wamena, pegunungan tengah Papua mengklaim telah terjadi kemerosotan cinta tanah air dan memudarnya rasa nasionalisme di tengah maraknya aksi unjuk rasa yang sering menyebarkan perpecahan di tengah masyarakat Papua.
Salah satu tokoh adat setempat, Agus
Hubi pun meminta kepada pemerintah Provinsi Papua dan kepala daerah di
kabupaten/kota untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, cinta tanah air
dan bela negara kepada generasi muda Papua, agar tak mudah terprovokasi
oleh isu-isu perpecahan bangsa ini.
“Bela negara seharusnya sudah mulai
dilakukan sejak anak-anak di bangku sekolah dasar. Apalagi belakangan
ini sekelompok orang mulai menyebarkan isu mendukung aksi unjuk rasa
dukung The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) masuk ke dalam The
Melanesian Spearhead Group (MSG). Kami juga menolak sejumlah aksi unjuk
rasa yang menggunakan simbol radikal separatis,” kata Agus Hubi, Selasa.
Tokoh adat lainnya, Naligi Kurisi
meminta kepada generasi muda Papua untuk tak terpengaruh dengan ajakan
kelompok tertentu yang merusak masa depan Papua. “Kami pun mendukung
maklumat Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw terkait
mengemukakan pendapat di muka umum yang diatur dengan undang-undang yang
berlaku di Indonesia,” jelasnya.
(kp)
