# Group 1 User-agent: Googlebot Disallow: /nogooglebot/ # Group 2 User-agent: * Allow: / Sitemap: https://www.infiltrasi.com/sitemap.xml
Latest News
Wednesday, July 13, 2016

Malaysia dan Singapura Kompak akan Adukan Indonesia di Pengadilan Internasional Soal Kabut Asap

Brigjen TNI Nurendi mengakui Malaysia dan Singapura sudah mengancam mengadukan Indonesia ke pengadilan international jika tidak mampu mengantisipasi karhutla dan menimbulkan bencana kabut asap.




INDOPOST, JAKARTA - Komadan Satgas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan (Kalahut) Riau Brigjen TNI Nurendi mengakui Malaysia dan Singapura sudah mengancam mengadukan Indonesia ke pengadilan international jika tidak mampu mengantisipasi karhutla dan menimbulkan bencana kabut asap.

Hal itu disebabkan karena ancaman tersebut muncul karena setiap tahun. Indonesia selalu mengalami bencana Karlahut dengan dampak kebakaran berupa kabut asap yang tidak saja dialami warga di tanah air tapi juga berimbas ke negara jiran, khususnya dari Riau sebagai provinsi dengan intensitas Karlahut tertinggi di Indonesia yang letak geografisnya dekat dengan Malaysia dan Singapura.

"Tahun 2016,  penanganan penanggulangan kebakaran di Riau jauh lebih baik dibanding dengan tahun lalu. Salah satu cara meredam Karlahut adalah dengan melakukan langkah pencegahan dan patroli rutin," ungkap Brigjen TNI Nurendi, Selasa (12/7/2016).

Disisi lain, dalam rangka mengantisipasi ancaman Malaysia dan Singapura juga disampaikan kepala Badan meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Kepada wartawan, dia menyebutkan saat ini arah angin bergerak ke timur laut, sehingga jika terjadi bencana kabut asap dipastikan akan bergerak ke Singapura dan Malaysia.

"Itu memang yang harus diwaspadai itu, karena arah angin ke sana. Kalau terjadi bencana kabut asap, maka akan ke sana arahnya," katanya.

Menurutnya, upaya pencegahan Karlahut yang dilakukan saat ini melalui TNI, Polri, BPBD, Mangkala Agni dan masyarakat yang ditempatkan di daerah yang rawan kebakaran dengan selalu melakukan patroli rutin. Selain itu sosialiasi terus digencakarkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran jika ingin membuka lahan.

Disamping bantuan pemadaman dari pasukan darat, pemadaman juga diperkuat dengan armada udara, saat ini beberapa helikopter dan pesawat siaga melakukan pengeboman air (water booming) saat kebaran lahan.

Seluas 1.400 Lahan Terbakar

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sepanjang enam bulan tahun 2016, luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau mencapai 1.400 hektar atau meningkat jika dibadingkan selama bulan puasa tahun sebelumnya yang hanya 1.061 hektar.

Menurut Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Program BPBD Provinsi Riau, Indrawansyah Syarkowi mengatakan meski luas lahan yang terbakar meningkat, namun jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Selain terus melakukan upaya pengawasan di lapangan, heli untuk penanganan Karhutla juga sudah disiapkan, bahkan sewaktu-waktu helikopter akan dioperasionalkan untuk water bombing," ungkapnya.

Sepanjang tahun ini, daerah yang menjadi prioritas dalam antisipasi Karhutla meliputi 4 kabupaten/kota di bagian pesisir timur pulau Sumatera, yaitu Dumai, Rokan Hilir, Pelalawan dan Kabupaten Siak.

Sedangkan kepala BPBD Provinsi Riau, Edwar Sanger menjelaskan luasan wilayah yang terbakar itu sesuai dengan laporan yang disampaikan tim dari Manggala Agni. Pada tahun sebelumnya periode yang sama, luas kebakaran lahan di Riau sudah 5.000 hektar lebih.

"Koordinasi dengan provinsi tetangga seperti Sumsel dan Jambi sudah menghasilkan kesepakan yang lebih intens dalam penanganan Karhutla. Siaga darurat yang ditetapkan di Riau sampai tanggal 30 September 2016 juga diterapkan di dua provinsi itu," ucapnya.



(TS/DS)
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Malaysia dan Singapura Kompak akan Adukan Indonesia di Pengadilan Internasional Soal Kabut Asap Rating: 5 Reviewed By: Infiltrasi