Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti
Nur Rohman sendiri disinyalir belajar merakit bom saat dirinya dalam pengejaran petugas kepolisian dan sempat menetap di Bekasi. Hal tersebut diketahui berdasarkan informasi dua terduga yang sudah ditahan yakni Ali Uigur dan Andika.
“Nur Rohman ini sempat belajar sendiri membuat bom rakitan. Dia belajar sewaktu masih di Bekasi bersama tiga temannya yang sudah kami tahan,” katanya kepada wartawan, Selasa (5/7).
Lebih lanjut Badrodin menambahkan bahwa terduga pelaku bom bunuh diri Nur Rohman berencana mengeksekusi bom tersebut dengan cara dilempar menggunakan bom lempar dan bom bunuh diri (bom tas).
“Yang lalu (Thamrin) itu memang ada perintah dari Bahrun Naim, tapi sekarang perintah dari ISIS yang memerintahkan selama bulan Ramadan ini harus ada aksi teror,” kataya.
“Sehingga sejumlah kasus teror terjadi di dunia seperti di Turki, Saudi, Prancis, Amerika. Jadi kelompok ini termasuk jaringan internasional,” sambungnya.
(atl)
