INDOPOST, JAKARTA – Ahok yang menjadi Gubernur DKI Jakarta berkat dukungan PDIP pada tahun 2012, tetap membuka peluang bagi Ahok didukung oleh PDIP untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) dan Halal bi Halal BP- Pemilu Pusat PDIP di Gedung Bimasena, Jl. Darmawangsa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/7/2016).
"Tentu saja. Apapun, Pak Ahok sebagai Gubernur Jakarta saat ini, menjadi Gubernur karena dukungan penuh PDIP. PDIP tetap bertanggung jawab pencapaian kinerja terbaik bagi Pak Ahok dan Djarot," kata Hasto.
Menurut Hasto, PDIP, dalam melakukan penjaringan kepala daerah termasuk di DKI Jakarta akan berpegang pada mekanisme partai. Selain penjaringan melalui pendaftaran bagi siapa saja yang ingin maju melalui PDIP, juga dilakukan pemetaan politik berdasarkan aspirasi maayarakat.
"Pemetaan politik dilakukan untuk meminimalkan gap antara aspirasi rakyat dan keputusan yang diambil partai. Sehingga dalam konteks ini, tentu saja keseluruhan dinamika ini akan dicermati oleh DPP PDIP," katanya lagi.
Hasto mengakui pilkada DKI Jakarta penuh dinamika sehingga sampai sekarang PDIP belum menentukan bakal calon untuk Pilkada 2017. “Kami masih menunggu momentum yang tepat untuk memutuskan pilihan,” ujarnya.
Dikatakan, nantinya ketika PDIP mengambil keputusan, dipastikan seluruh jajaran partai sudah siap menjalankan tugas untuk memenangkannya. “Infrastruktur partai kami sudah siapkan, bahkan sekolah partai juga sudah kami persiapkan," katanya lagi.
Hasto lebih lanjut mengatakan, DKI Jakarta menjadi pusat pergerakan politik dan representasi negara Indonesia. Karena itu, PDIP akan mencermati dan mempertimbangkan berbagai situasi politik yang strategis dalam menentukan siapa yang akan didorong menjadi orang nomor satu DKI Jakarta.
"Semuanya itu nanti akan bermuara ketika PDIP mencalonkan calon terbaik untuk DKI Jakarta. PDIP telah berpengalaman pada pilkada, tapi nggak boleh lemah, kita harus menggunakan panca indera untuk menyerap apa yang diinginkan rakyat," katanya.
(prj)
