Tax Amnesty - (ist)
INDOPOST, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Andi Rukman Karumpa mengatakan, sektor konstruksi menyambut baik pemberlakuan pengampunan pajak (tax amnesty).
Aturan ini dinilai akan menguntungkan bagi berbagai sektor perekonomian, termasuk konstruksi.
“Gapensi menyambut baik implementasi kebijakan ini. Sektor konstruksi paling diuntungkan oleh program ini,” kata Andi Rukman Karumpa dalam keterangan terulisnya, di Jakarta, Rabu (20/7).
Andi mengatakan, hal ini disebabkan, dua sektor pendukung konstruksi lainnya seperti properti dan infrastruktur akan meraih manfaat langsung dari menguatnya likuiditas di sektor keuangan.
Banjir likuiditas di sektor keuangan dan pasar modal ini, lanjut Andi, membutuhkan instrumen investasi di sektor riil. Sektor yang paling siap menampung likuiditas tersebut yakni infrastruktur dan properti.
Dia mengatakan, sentimen positif dari pemberlakuan tax amnesty telah terlihat dari menguatnya saham-saham emiten, selama tiga hari berturut-turut, sejak Selasa (28/6) hingga Kamis (30/6), Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 3,69 persen.
"Sepanjang tahun ini atau year-to-date (ytd), IHSG sudah menguat 8,24%. Investor asing terus merangsek masuk Bursa Efek Indonesia," terangnya.
Menurut Andi, bila berhasil, tax amnesty juga nantinya akan mendorong peningkatan pajak. Peningkatan itu akan digunakan untuk menutupi kekurangan fiskal dimana defisit fiskal mencapai Rp313,4 triliun atau 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto. Pemerintah memperkirakan potensi pajak dari program Tax Amnesty itu sebesar Rp165 triliun.
“Dari sisi fiskal akan positif. Kita akan punya dana yang cukup untuk pembangunan infrastruktur dari sisi anggaran negara. Konstruksi dan material akan diuntungkan,” ucap Andi.
(DB/Wan)
