Polisi Prancis berjaga di lokasi penyanderaan. (Reuters)
INDOPOST, SAINT-ETIENNE-DU-ROUVRAY - Simpatisan
ISIS kembali berulah di daratan Eropa. Kali ini Prancis yang menjadi
sasaran. Seperti dilaporkan Reuters, dua simpatisan ISIS melakukan
serangan terhadap sebuah gereja di Saint-Etienne-du-Rouvray, Prancis
Utara, Selasa (26/7). Mereka juga menyandera lima orang yang berada di
dalam gereja tersebut.
Akibat serangan ini, seorang pendeta tua berusia 80 tahun tewas dengan luka di bagian leher. Sementara sandera lainnya mengalami luka serius. Dua penyerang itu akhirnya tewas diterjang timah panas Polisi Prancis.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Perancis, Pierre-Henry Brandet kepada Radio France Info menyatakan, pelaku telah dilumpuhkan oleh pasukan anti-kejahatan Kepolisian Prancis ketika mereka keluar dari gereja. Petugas penjinak bom dibantu oleh anjing pelacak menyisir gereja untuk mencari kemungkinan keberadaaan bahan peledak.
Perdana Menteri Manuel Valls mengutuk serangan barbar ini dan menyebutnya sebagai pukulan bagi semua umat Katolik dan seluruh warga Perancis. "Kami akan berdiri bersama-sama," kata Valls di akun Twitter.
Sementara Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, Perancis harus "menggunakan segala cara" dalam perang melawan kelompok militan. “Kami diuji lagi. Ancaman masih sangat tinggi,” ujar Hollande.
Akibat serangan ini, seorang pendeta tua berusia 80 tahun tewas dengan luka di bagian leher. Sementara sandera lainnya mengalami luka serius. Dua penyerang itu akhirnya tewas diterjang timah panas Polisi Prancis.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Perancis, Pierre-Henry Brandet kepada Radio France Info menyatakan, pelaku telah dilumpuhkan oleh pasukan anti-kejahatan Kepolisian Prancis ketika mereka keluar dari gereja. Petugas penjinak bom dibantu oleh anjing pelacak menyisir gereja untuk mencari kemungkinan keberadaaan bahan peledak.
Perdana Menteri Manuel Valls mengutuk serangan barbar ini dan menyebutnya sebagai pukulan bagi semua umat Katolik dan seluruh warga Perancis. "Kami akan berdiri bersama-sama," kata Valls di akun Twitter.
Sementara Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, Perancis harus "menggunakan segala cara" dalam perang melawan kelompok militan. “Kami diuji lagi. Ancaman masih sangat tinggi,” ujar Hollande.
(esn)

0 Reviews:
Post a Comment