Otoritas Turki membubarkan pasukan pengawal presiden (Paspampres) usai kudeta berdarah. | (Reuters)
INDOPOST, ANKARA - Perdana Menteri Turki,
Binali Yildirim mengatakan bahwa Turki telah membubarkan satuan pengawal
elit presiden atau Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Hal itu
dilakukan menyusul upaya kudeta berdarah yang menewaskan ratusan orang
pada 15 Juli lalu.
Kepada kantor berita milik negara Anadolu, Yildirim mengatakan, beberapa tentara yang menyerang kantor penyiaran negara TRT selama kudeta terjadi berasal dari satuan pengawal presiden.
"Kami memutuskan bahwa tidak akan ada lagi unit penjaga di kompleks ini," katanya seperti dikutip dari laman CNN, Senin (25/7/2016).
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 283 dari 300 anggota Paspampres Tayyip Edogan yang jadi tersangka ditangkap karena dituduh terkait kelompok kudeta.
Data jumlah anggota Paspampres Turki yang ditangkap itu dilaporkan penyiar CNN-Turk pada hari Jumat. Para anggota Paspampres Erdogan itu selama ini ditugaskan di istana kepresidenan di Ankara. Menurut laporan media lokal, jumlah total Paspampres Turki mencapai 2.500 orang.
Kepada kantor berita milik negara Anadolu, Yildirim mengatakan, beberapa tentara yang menyerang kantor penyiaran negara TRT selama kudeta terjadi berasal dari satuan pengawal presiden.
"Kami memutuskan bahwa tidak akan ada lagi unit penjaga di kompleks ini," katanya seperti dikutip dari laman CNN, Senin (25/7/2016).
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 283 dari 300 anggota Paspampres Tayyip Edogan yang jadi tersangka ditangkap karena dituduh terkait kelompok kudeta.
Data jumlah anggota Paspampres Turki yang ditangkap itu dilaporkan penyiar CNN-Turk pada hari Jumat. Para anggota Paspampres Erdogan itu selama ini ditugaskan di istana kepresidenan di Ankara. Menurut laporan media lokal, jumlah total Paspampres Turki mencapai 2.500 orang.
(ian)

0 Reviews:
Post a Comment