Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) berbincang dengan Menteri Keuangan
Bambang Brodjonegoro (kiri) sebelum mengikuti Rapat Terbatas terkait
infrastruktur transportasi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/6).
Rapat yang membahas perkembangan proyek angkutan massal berbasis kereta
ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Bandung dan
Jabodetabek tersebut, Presiden menggarisbawahi sejumlah hal yaitu
konektivitas, integrasi antar moda transportasi dan modernisasi. ANTARA
FOTO/Puspa Perwitasari/pras/16
INDOPOST, JAKARTA - Publik sudah melihat sepak terjang Menteri BUMN Rini Soemarno yang selama ini dianggap banyak kesalahan dan dosa. Sehingga ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mau mereshuffle menterinya, maka Menteri Rini adalah sosok yang layak diganti.
Cuma sayangnya, menurut Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, selama ini Presiden Jokowi terlalu cinta dengan Menteri Rini. Sehingga menutup mata dosa-dosa Menteri Rini itu.
“Saya sangat mendukung reshuffle terhadap Menteri Rini. Sangat panjang dosa dia selama jadi Menteri BUMN. Cuma sayangnya, saya sendiri masih ragu dengan keberanian Jokowi,” jelas Uchok ketika dihubungi awak media Kamis (14/7).
Posisi Menteri Rini selama ini memang sudah bermasalah. Tak hanya publik yang melihat itu, kalangan para wakil rakyat juga demikian. Belum lama ini, Menteri Rini sudah “divonis” oleh DPR, sebagai menteri yang layak diganti gara-gara skandal Pelindo II.
“Tapi sayangnya, sampai saat ini tidak diganti sama Jokowi. Karena Presiden Jokowi sangat menyukai Rini, sehingga jadi gelap mata,” tutur dia.
Baca juga : Pengamat: Kebijakan Menteri Rini Banyak Blunder, Sudah Layak Dicopot!
Walaupun dosa Rini itu sangat banyak dan panjang. Dia merinci, mulai kasus kereta cepat yang jadi polemik dan berpotensi menggadaikan aset BUMN, soal pinjaman tiga bank BUMN terhadap CDB, apalagi Rini juga ngotot dalam privatisasi BUMN. Dan yang terbaru kasus pencaplokan PT PGN (Persero) Tbk oleh PT Petamina (Persero) yang dibalut dalam holding energi.
“Jadi, saya pesimis Presiden Jokowi akan mencopot Menteri Rini, paling-paling hanya digeser ke pos lain. Karena Jokowi terlalu “cinta” dengan Rini,” ketus Uchok.
Dirinya sendiri menyayangkan sikap tutup mata Jokowi, padahal menteri Rini memang layak diganti. “Sejauh ini, saya lihat Presden Jokowi akan menutup mata dan hati dari dorongan publik agar Menteri Rini dicopot. Saya harap Presiden berubah pikiran (untuk mencopot Rini),” pungkasnya.
(atl)
