Pendamping Ahli kelompok pendukung
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau TemanAhok, I Gusti Putu Artha,
dikabarkan hengkang (foto netralitas)
INDOPOST, JAKARTA – Pendamping Ahli kelompok pendukung
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau TemanAhok, I Gusti Putu Artha,
dikabarkan hengkang, menyusul polemik pernyataannya yang membenarkan
pernyataan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P),
Adian Napitulu.
Sebelumnya, Adian meragukan, keakuratan satu juta dukungan kartu tanda penduduk (KTP) yang dikumpulkan TemanAhok untuk maju dari jalur perseorangan pada Pilkada DKI 2017. Anggota Komisi VII DPR ini juga menyangsikan dana yang terkumpul dari penjualan merchandise menembus Rp6,5 miliar.
Dalam screen shot grup WhatsApp Visi Muda Bali yang beredar di Twitter, Putu Artha menyatakan pernyataan Adian benar. Tak ayal, pengakuan itu berpolemik, termasuk di komunitas TemanAhok.
Merespon hal tersebut, dalam Grup WhatsApp lain, JR UU Pilkada, Putu Artha menyatakan siap mundur sebagai pendamping ahli kelompok besutan Amalia Ayuningtyas cs itu. Baca: Heboh! Wakil Sekjen Demokrat Ramadhan Pohan Ditangkap Ditreskrimum Polda Sumut dalam Kasus Dugaan Penipuan
“Jika karena ini kawan-kawan merasa tidak nyaman, secara moral saya siap mengundurkan diri dari komunitas Teman Ahok dan tim Ahok agar tidak ada ganjalan,” ucapnya, yang ditulis Selasa (19/7).
Eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut mengaku, bakal kembali ke kampung halaman bila hengkang dari TemanAhok nantinya.
“Mungkin itu yang paling terhormat jika ini sebuah kesalahan,” ucapnya. Putu juga mengucapkan maaf atas pernyataannya yang mengaku tudingan Adian.
Beberapa anggota JR UU Pilkada pun meminta Putu tetap bertahan. “Jangan Bang Putu,” pinta Saut M Sinaga, salah satu penggugat UU Pilkada yang belum lama disahkan DPR.
“Saya justru respek dengan kejujuran,” sahut Rudi Valinka atau yang terkenal dengan akun @kurawa di Twitter.
(guruh)
Sebelumnya, Adian meragukan, keakuratan satu juta dukungan kartu tanda penduduk (KTP) yang dikumpulkan TemanAhok untuk maju dari jalur perseorangan pada Pilkada DKI 2017. Anggota Komisi VII DPR ini juga menyangsikan dana yang terkumpul dari penjualan merchandise menembus Rp6,5 miliar.
Dalam screen shot grup WhatsApp Visi Muda Bali yang beredar di Twitter, Putu Artha menyatakan pernyataan Adian benar. Tak ayal, pengakuan itu berpolemik, termasuk di komunitas TemanAhok.
Merespon hal tersebut, dalam Grup WhatsApp lain, JR UU Pilkada, Putu Artha menyatakan siap mundur sebagai pendamping ahli kelompok besutan Amalia Ayuningtyas cs itu. Baca: Heboh! Wakil Sekjen Demokrat Ramadhan Pohan Ditangkap Ditreskrimum Polda Sumut dalam Kasus Dugaan Penipuan
“Jika karena ini kawan-kawan merasa tidak nyaman, secara moral saya siap mengundurkan diri dari komunitas Teman Ahok dan tim Ahok agar tidak ada ganjalan,” ucapnya, yang ditulis Selasa (19/7).
Eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut mengaku, bakal kembali ke kampung halaman bila hengkang dari TemanAhok nantinya.
“Mungkin itu yang paling terhormat jika ini sebuah kesalahan,” ucapnya. Putu juga mengucapkan maaf atas pernyataannya yang mengaku tudingan Adian.
Beberapa anggota JR UU Pilkada pun meminta Putu tetap bertahan. “Jangan Bang Putu,” pinta Saut M Sinaga, salah satu penggugat UU Pilkada yang belum lama disahkan DPR.
“Saya justru respek dengan kejujuran,” sahut Rudi Valinka atau yang terkenal dengan akun @kurawa di Twitter.
(guruh)
