ilustrasi
INDOPOST, JAKARTA-Belum tuntas kasus reklamasi, kini muncul lagi isu yang berhembus kencang menyasar ke kelompok relawan TemanAhok. Pasalnya relawan TemanAhok dituding menerima aliran dana Rp30 milyar dan membeli KTP. Isu teranyar dihembuskan dari orang-orang yang mengaku mantan relawan TemanAhok yang mengatakan bahwa KTP untuk Ahok dibeli dari oknum kelurahan. Isu Tersebut telah ditepis oleh relawan TemanAhok melalui konferensi pers Rabu, (22/06). Baca: Dituding Manipulasi KTP, Ini Reaksi Teman Ahok
Namun demikian, perang opini tersebut tidak berhenti begitu saja. Baru-baru ini beredar isu yang ramai diperbincangkan di sosial media semacam serangan balik entah dari mana datangnya yang membeberkan kronologi dugaan pengerahan sejumlah oknum untuk menyerang kelompok relawan TemanAhok.
Berikut kronologinya:
Dari kemaren malam, 21 Juni hingga pagi ini 22 Juni 2016 ketua DPW Pospera Alex Sondang Hutagalung menghubungi sejumlah relawan temanahok yang juga anggota Pospera. Alex memaksa sejumlah orang yang dihubunginya itu tersebut untuk keluar dari relawan temanahok dengan iming-iming uang THR. bahkan sebagian diantaranya dipaksa untuk hadir di acara preskon di Cikini tadi pagi jam 10.00. mereka diminta untuk memberi keterangan agar menjatuhkan proses pengumpulan KTP temanahok yang sudah mencapai angka 1 juta tersebut.
akhirnya hanya lima orang saja yang bersedia mengikuti ajakan Alex, yaitu Paulus Romindo, Dodi Hendrayadi, Richard Sukarno, Dela yang juga merupakan anak dari Richard Sukarno, dan Khusnul Nurul. Dodi dan Richard sudah dikeluarkan dari keanggotaan relawan Temanahok per februari 2016 itu terjadi menjelang proses pengumpulan KTP baru (Ahok - Heru). mereka dikeluarkan karena berbuat curang dengan menggandakan KTP dan juga KTP bodong yang secara jelas sudah diatur dalam peraturan sebagai anggota relawan temanahok.
Kejadian ini sangat kental kaitannya dengan ancaman yang pernah dilontarkan oleh Adian Napitupulu (Ketua Pospera) bahwa akan ada gesekan antara relawan temanahok dengan relawan Jokowi. Pospera juga sangat kental kaitannya dengan PDIP, dimana Adian merupakan anggota DPR dari PDIP. PDIP semakin kental terasa perannya karena pada acara ILC 21 Juni 2016, Junimart Girsang mengatakan bahwa 14 jam lagi temanahok akan mendapatkan serangan lagi yang kemudian pas waktunya dengan acara konfrensi pers dari eks-temanahok di Cikini.
Catatan tambahan :
• cerita ini disampaikan oleh salah satu relawan yang dipaksa oleh Alex untuk keluar dari relawan temanahok.
• Peran Alex selama di Pospera adalah sebagai pembagi dana jika Pospera akan melakukan aktivitas lapangan.
• Richard ini pekerjaannya adalah sebagai Debt Collector
• Semua yang dikeluarkan ini sudah pernah kena surat peringatan karena berbuat curang demi mendapatkan uang transportasi. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Amalia bahwa jika relawan hanya mengejar uang, maka tidak akan bisa bertahan karena memang perjuangan relawan temanahok bukan demi mengejar keuntungan, tetapi merupakan panggilan jiwa.
(tip)
