AKSI TERORIS: Tugboat Charles 001 yang sempat ditahan oleh komplotan Abu
Sayyaf hari ini (24/6) tiba di Samarinda. Foto: DWI RESTU/KALTIM POST
INDOPOST, SAMARINDA – Kabar
mengenai penyanderaan anak buah kapal (ABK) Tugboat Charles 001 yang
menarik Tongkang Roby 152 yang sempat disebut hanya penipuan, ternyata
benar adanya.
Tujuh ABK asal Samarinda itu kini dipastikan disandera dengan dugaan pelakunya adalah milisi Abu Sayyaf di perairan Filipina.
Informasi yang dihimpun Kaltim Post, penyanderaan terjadi pada Senin (20/6). Saat itu, sekira
pukul 11.30, tugboat dikejar dua perahu bermesin. Tiap perahu ada
sekitar empat hingga lima orang.
Setelah perahu merapat ke tugboat,
beberapa penyandera naik ke kapal. Mereka langsung menodongkan senjata
laras panjang dan pistol kepada ABK.
Syahrir, salah seorang ABK yang lolos dari
kejaran komplotan tersebut, sekira pukul 23.00 Wita, Rabu (22/6),
mencoba mengabarkan, bahwa posisi mereka sudah di perairan Indonesia.
Sementara tujuh rekannya dibawa kelompok tersebut.
Baca juga: Selamatkan Sandera Abu Sayyaf, Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo Tunggu Perintah Presiden
“Menggunakan pakaian loreng-loreng di
perairan Filipina dan menggunakan senjata laras panjang lengkap,” kata
Syahrir saat dihubungi lagi via telepon oleh Elenora (34), istrinya,
kemarin pagi.
Kepada istrinya, Syahrir mengaku,
penyanderaan dilakukan dalam dua tahap. “Pertama dibawa tiga orang,
selang satu jam empat orang, sisanya bisa lolos,” sebut Syahrir.
Sebelumnya, diketahui ada 13 orang yang berangkat dari Filipina dengan tujuan Indonesia di kapal tersebut. Syahrir beserta lima orang lainnya yang selamat kini tengah dalam
perjalanan menuju Samarinda. Mereka terpaksa memutus tali yang menarik
tongkang karena ada upaya penyanderaan ketiga. “Terpaksa memutus untuk
bisa melarikan diri,” sebutnya.
(dra/far/sam)
