Sosok Hitler saat memimpin Jerman
Penulis: Tillmann Bendikowski
Seorang ahli sejarah asal Hamburg menggambarkan Hitler sebagai seseorang
yang pandai bersandiwara untuk menarik simpati pengikutnya. Hitler berlatih secara khusus selama bertahun-tahun untuk memperkuat
otot lengannya. Tujuannya agar dia bisa mengangkat tangan cukup lama
untuk "Salam Hitler“ dalam parade-parade militer. Hal ini diungkapkan
Volker Ullrich dalam buku barunya: Adolf Hitler. Die Jahre des Aufstiegs 1889-1939 (Tahun-Tahun Kebangkitan 1889-1939).
Menurut Ullrich, salah satu rahasia sukses Hitler meniti karir politik
sampai ke puncak kekuasaan adalah kemampuannya untuk bersandiwara. Pribadi Hitler sampai saat ini diliputi berbagai mitos dan legenda.
Hitler sendiri selama hidupnya berusaha membangun berbagai mitos itu.
Misalnya ia menceritakan masa kecil yang penuh kemiskinan. Tapi cerita
itu tidak benar. Hitler berasal dari keluarga menengah.
Selama menjadi pemimpin Jerman, Hitler juga membangun citra kehidupan
yang sederhana dan seadanya. Tapi ini juga tidak benar. Sebab ia senang
memakai baju dan mobil-mobil mahal. Hitler juga mengeruk keuntungan
besar dari penjualan bukunya "Mein Kampf“.
Seorang Demagog Ulung
Salah satu keberhasilan Hitler adalah membangun mitos bahwa dia tidak
punya kehidupan pribadi dan hanya bekerja untuk melayani rakyat dan
negara Jerman. Menurut Volker Ullrich, Hitler punya kehidupan pribadi
yang sangat aktif. Dia sering menggelar pesta di tempat liburannya di
Obersalzberg. Yang diundang hanya teman-teman khusus dan para pengikut
setianya.
Hitler senang berjalan-jalan dengan tamunya dan nonton film. Menteri
propaganda Goebbles tahun 1937 pernah memberinya hadiah 18 film Mickey
Mouse. Ia hampir selalu didampingi oleh kekasihnya, Eva Braun. Hitler
mencoba menyembunyikan hubungannya dengan Eva Braun dari sorotan publik.
Lalu bagaimana Hitler bisa naik jadi seorang pemimpin sekaligus pembunuh
massal? Menurut Volker Ullrich, Hitler bisa mengecoh publik dan membuat
mereka terpikat dengan pidato-pidatonya yang menggelegar. Untuk itu,
dia giat berlatih dan mengatur gaya berpidato. "Dia pandai mengatur
taktik dan bisa memanfaatkan situasi dengan cepat“, tutur Ullrich.
Seorang Pemain Panggung
Gambaran kepribadian Hitler mungkin bisa menerangkan, bagaimana ia bisa
meniti karir di jenjang politik. Hitler mampu memainkan berbagai peran,
seperti seorang aktor yang berperan di film. Untuk menarik simpati
orang, ia bisa tiba-tiba kelihatan terharu sampai meneteskan air mata.
Tapi ia bisa bersikap keras di hadapan militer dan bawahannya. Dia juga
bisa bergaul dengan para pengusaha dan kalangan ekonomi.
Penampilan Hitler sebenarnya biasa-biasa saja. Namun di atas panggung,
ia bisa berubah menjadi pembicara yang membakar semangat para
pengagumnya. "Belum pernah ada pembicara seperti itu dalam sejarah
Jerman", kata Ullrich.
Pembunuh Massal
Kemampuan retorika dan bersandiwara Hitler tidak bisa menutup wajahnya
yang sebenarnya: seorang pembunuh massal. "Dia memang sangat fleksibel
dalam berpolitik, tapi dia tidak pernah kehilangan tujuan awalnya,
membasmi warga Yahudi", kata Ullrich. Ia menandaskan, kalau ia
menggambarkan kepribadian Hitler sebagai manusia, itu tidak berarti ia
bersimpati dengan tokoh kejam itu.
Untuk menulis biografi Hitler ini, Volker Ullrich mempelajari berbagai
arsip yang selama ini belum menjadi perhatian para peneliti. Misalnya
tulisan-tulisan peninggalan Rudolf Hess (wakil Hitler) yang tersimpan di
Swiss. Ia juga mempelajari arsip-arsip lama di Berlin, termasuk
kuitansi pribadi Hitler. Dari situ diketahui, bahwa Hitler hidup cukup
mewah. Sang Diktator memang mampu mengelabui banyak pengikutnya.
***********

